Tito Karnavian Apresiasi Normalisasi Sungai Hutanabolon di Tapteng

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau proses normalisasi Sungai Hutanabolon di Tapanuli Tengah.
Penulis: Makmuriyanto
Minggu, 25 Januari 2026 | 14:06:37 WIB

Tapanuli Tengah — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menangani dampak banjir dan longsor di Kecamatan Tukka. Apresiasi tersebut disampaikan saat Mendagri meninjau langsung proses normalisasi sungai di Kelurahan Hutanabolon, Sabtu (24/1/2026).

Kawasan Hutanabolon merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025. Sungai yang melintasi kawasan ini sebelumnya dipenuhi endapan lumpur, batu, dan kayu, sehingga aliran air meluap dan merendam permukiman warga.

Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menilai langkah normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah daerah cukup efektif. Material sedimen hasil pengerukan sungai dimanfaatkan sebagai tanggul penahan di sepanjang alur sungai guna mencegah luapan air saat debit meningkat.

“Saya mengapresiasi pendekatan ini. Aliran sungai kembali lancar dan material sedimen dimanfaatkan menjadi tanggul. Pola seperti ini layak diterapkan tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di wilayah lain seperti Aceh dan Sumatera Barat,” ujar Tito usai peninjauan.

Selain normalisasi sungai, pemerintah daerah juga membangun jembatan penyeberangan sementara untuk mendukung mobilitas warga. Jembatan tersebut menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan persawahan dan perkebunan masyarakat yang sebelumnya sulit diakses pascabencana.

“Walaupun bersifat temporer, jembatan ini sangat membantu aktivitas warga. Sinergi dan inisiatif seperti ini patut diapresiasi,” kata Tito.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjelaskan bahwa tanggul yang saat ini dibangun dari material sedimen sungai akan ditingkatkan menjadi struktur permanen. Tanggul tersebut direncanakan membentang sepanjang 10,5 kilometer dan dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kementerian PUPR, serta unsur TNI dan Polri.

“Saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Sungai ini berstatus kewenangan provinsi, dan ke depan tanggul di sisi kanan dan kiri sungai akan dipermanenkan agar memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” jelas Bobby.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansipahoras di Tapanuli Tengah. PLTA yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor itu kini telah kembali beroperasi dan mendukung suplai listrik bagi wilayah sekitar.

Reporter: Makmuriyanto