SUMATERA UTARA — Turnamen paling bergengsi sepak bola muda Asia Tenggara, Piala AFF U-19 2026, akan bergulir pada 1-13 Juni 2026. Medan dan Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), ditunjuk sebagai tuan rumah. PSSI menyiapkan empat stadion untuk perhelatan ini, namun satu di antaranya, Stadion Teladan, masih bermasalah.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, mengungkapkan federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) memberikan ultimatum. "Ada dua opsi yang diberikan AFF. Pertama, Stadion Teladan tetap digunakan untuk pertandingan, tetapi tanpa penonton," ujar Arya yang juga Plt Asprov PSSI Sumut, dikutip dari Merdeka.com.
Opsi kedua, lanjut Arya, lebih drastis. Stadion Teladan hanya akan difungsikan sebagai tempat latihan tim peserta. Keputusan ini jelas menjadi pukulan bagi antusiasme suporter Medan yang ingin menyaksikan laga Timnas Thailand U-19, Malaysia U-19, Singapura U-19, dan Brunei Darussalam U-19 di Grup B.
Hasil inspeksi PSSI menunjukkan kondisi lapangan dan fasilitas utama Stadion Teladan sudah siap pakai. Kualitas rumput, ruang ganti pemain, sound system, hingga layar videotron dinilai baik. "Untuk lapangan, ruang pemain, sound system, dan fasilitas lainnya sudah bagus," kata Arya.
Namun, celah kritis ada di aspek keselamatan. "Yang masih menjadi perhatian adalah aspek safety di beberapa bagian tribun," imbuh Arya. Masalah inilah yang membuat AFF enggan memberikan izin penuh tanpa syarat.
Beruntung, dua venue lain di Deli Serdang dinyatakan aman. Stadion Utama Sumatra Utara dan Stadion Madya disebut sudah siap menggelar pertandingan. Sementara Stadion Mini Pancing di Deli Serdang akan difungsikan sebagai lapangan latihan tambahan.
Dengan jadwal yang tinggal menghitung bulan, PSSI dan pemerintah daerah harus bergerak cepat. Jika renovasi tribune Stadion Teladan tidak tuntas, atmosfer Piala AFF U-19 2026 di Medan dipastikan kehilangan salah satu elemen paling berharga: sorak sorai suporter tuan rumah.