PEMATANGSIANTAR — Perkumpulan Pemerhati dan Pelestari Budaya Pematangsiantar (P3BP) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Pertemuan yang berlangsung baru-baru ini ini menjadi ajang konsolidasi organisasi dan penyusunan strategi pelestarian budaya.
Rakernas P3BP difokuskan pada dua agenda utama: penguatan organisasi internal dan pelestarian budaya. Dalam sesi penguatan organisasi, para pengurus membahas tata kelola kelembagaan, kaderisasi, serta perluasan jaringan di tingkat daerah. Sementara itu, pada sesi pelestarian budaya, diskusi mengerucut pada upaya inventarisasi dan revitalisasi tradisi lokal yang mulai tergerus zaman.
Ketua P3BP menekankan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan juga membangun identitas dan ketahanan sosial di tengah arus globalisasi. "Kami ingin memastikan bahwa tradisi dan kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda," ujarnya dalam sambutan pembukaan Rakernas.
Salah satu program konkret yang dibahas adalah pendataan dan dokumentasi kesenian tradisional khas Pematangsiantar dan sekitarnya. Langkah ini dinilai penting sebagai basis data untuk pengembangan program pelestarian ke depannya.
Dalam Rakernas ini, P3BP juga merumuskan sejumlah strategi, antara lain:
P3BP berharap hasil Rakernas ini bisa menjadi peta jalan yang jelas bagi organisasi dalam menjalankan misi pelestarian budaya di Sumatera Utara. Organisasi ini juga berencana menggelar festival budaya tahunan sebagai ajang promosi dan edukasi kepada masyarakat luas.
Keberadaan P3BP dan hasil Rakernas diharapkan memberikan dampak langsung bagi warga, terutama para pelaku seni dan budaya lokal. Program-program yang dirumuskan dapat menjadi wadah bagi mereka untuk terus berkarya dan melestarikan tradisi. Selain itu, kegiatan pelestarian budaya juga berpotensi menjadi daya tarik wisata baru bagi Kota Pematangsiantar.
P3BP menargetkan sejumlah program hasil Rakernas mulai dijalankan dalam waktu dekat, termasuk pendataan kesenian dan penyusunan modul pelatihan. Organisasi ini juga akan segera menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk menggandeng sekolah-sekolah dalam program pelestarian budaya.