Dinkes Medan Ajak PWPM Perkuat Edukasi Kesehatan ke Warga, Ini Bentuk Kerja Samanya

Penulis: Hendrizal Satria  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 11:00:14 WIB
Dinkes Medan dan PWPM sepakat perkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat.

MEDAN — Dinas Kesehatan Kota Medan membuka pintu kerja sama lebih lebar dengan insan pers. Hal ini diwujudkan melalui pertemuan silaturahmi dengan jajaran Pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) di Kantor Dinkes Medan, Jalan Rotan, Selasa (2/6/2026).

Bentuk Kemitraan: Dari Informasi Imunisasi hingga KLB

Dalam pertemuan itu, Plh Kepala Dinkes Medan, drg. Henni Savitri, menyambut positif inisiatif PWPM untuk bersinergi. Ia menilai peran wartawan sangat strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan warga.

"Kami sangat terbuka untuk bekerja sama. Informasi yang benar dan cepat sampai ke masyarakat adalah kunci dalam penanganan kesehatan, apalagi jika ada kejadian luar biasa atau wabah," ujar Henni dalam sambutannya.

Kerja sama ini nantinya akan mencakup publikasi jadwal posyandu, kampanye imunisasi, hingga edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat kelurahan.

PWPM Siap Jadi Mitra Kritis dan Konstruktif

Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, menegaskan pihaknya siap menjadi mitra yang tidak hanya menyebarkan informasi, tetapi juga mengawal kebijakan kesehatan. Menurutnya, wartawan bisa membantu mengidentifikasi persoalan di lapangan yang mungkin luput dari jangkauan dinas.

"Kami ingin informasi kesehatan tidak hanya sampai ke ponsel warga, tapi juga dipahami. Edukasi yang baik akan mencegah hoaks dan kepanikan," kata Edison didampingi Sekretaris Irwan Manalu, Bendahara Zulpiana Vina, Wakil Bendahara Muhammad Syaiful, dan bidang UMKM Joni Barus.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Medan?

Dengan kemitraan ini, warga Medan diharapkan mendapatkan akses informasi kesehatan yang lebih terstruktur. Tidak hanya saat terjadi bencana atau wabah, tetapi juga informasi rutin seperti jadwal imunisasi anak di puskesmas, lokasi posyandu terdekat, hingga tips mencegah demam berdarah.

Dinkes juga berencana memanfaatkan jaringan wartawan untuk menyebarluaskan data valid saat terjadi lonjakan kasus penyakit, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi palsu.

Siapa yang Paling Diuntungkan?

Kelompok yang paling merasakan manfaat adalah ibu hamil, balita, dan lansia. Mereka kerap menjadi sasaran utama program kesehatan, namun seringkali informasi tidak menjangkau hingga ke tingkat lingkungan. Melalui publikasi yang masif dan terpercaya, angka partisipasi imunisasi dan pemeriksaan kesehatan diharapkan meningkat.

Kapan Program Ini Mulai Berjalan?

Kesepakatan awal ini baru memasuki tahap perencanaan. Dinkes Medan dan PWPM akan menyusun jadwal pertemuan lanjutan untuk merumuskan format kerja sama teknis, termasuk jenis konten yang akan diprioritaskan. Masyarakat bisa menantikan informasi resmi dalam beberapa pekan ke depan.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: matatelinga.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top