Test Drive Lexus RX500h F Sport 2026: SUV Mewah yang Bingung Mau Jadi Apa, Mending Pilih RX350h Saja

Penulis: Hendrizal Satria  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 22:56:01 WIB
Lexus RX500h F Sport menawarkan tenaga besar namun kurang responsif dalam handling.

SUMATERA UTARA — Pengalaman menguji Lexus RX500h F Sport Performance selama sepekan mengonfirmasi satu hal: Lexus RX terbaik bukanlah yang paling bertenaga. Bukan pula yang paling sporty. Justru varian paling sederhana, RX350h hybrid biasa, yang memberikan esensi sejati dari mobil mewah asal Jepang ini. Lantas, apa yang salah dengan F Sport?

366 Dk yang Tidak Pernah Sampai ke Jiwa Pengemudi

Sistem hybrid 2.4 liter turbo empat silinder dengan dua motor listrik ini menghasilkan tenaga 366 dk dan torsi 406 lb-ft. Angkanya impresif di atas kertas, dan memang terasa saat menyalip di tol. Tapi itu saja. Handling tidak berubah drastis, setir tetap ringan tanpa umpan balik, dan sasis tidak dirancang untuk diajak bermanuver seperti Acura MDX Type S atau SUV Eropa selevel.

Tenaga besar ini hanya berguna untuk akselerasi garis lurus, bukan untuk sensasi berkendara yang sesungguhnya. Inilah kontradiksi terbesar RX500h: performa mesin yang tidak diimbangi DNA sporty pada kaki-kaki dan setir.

Jok F Sport Justru Membuat Tidak Nyaman, Apalagi untuk Postur Besar

Lexus RX adalah SUV kemewahan—seharusnya joknya empuk dan menyelimuti. Namun F Sport Performance menghadirkan jok dengan bolster samping yang terlalu agresif. Untuk pengemudi bertubuh besar, jok ini terasa sempit dan tidak nyaman. Ironis, karena SUV ini tidak akan pernah diajak menikung kencang di jalan pegunungan.

Interior merah yang terlalu mencolok juga tidak cocok dengan karakter RX yang elegan dan tenang. Paduan warna ini terasa "norak" dan seperti usaha memaksakan kesan sporty yang tidak natural.

Paket F Sport: Eksterior Bertabrakan, Suspensi Tidak Membantu

Dari luar, Lexus RX memiliki garis bodi yang elegan dan understated. Paket F Sport justru menambahkan body molding, velg hitam besar, dan kaliper rem oranye yang terlihat kontras. Hasilnya? Tampilan yang "try-hard"—memaksakan diri terlihat garang tapi tidak cocok dengan proporsi mobil.

Suspensi adaptif yang disematkan pun tidak mampu memperbaiki handling secara signifikan. Malah, kualitas berkendara di jalan biasa justru berkurang karena kombinasi ban dan velg yang kaku. Ride quality jadi lebih keras tanpa kompensasi handling yang berarti.

Yang Justru Hebat: Kabin Sunyi, Mark Levinson, dan Fitur Baris Kedua

Di sisi positif, Lexus RX500h tetap mempertahankan keunggulan utama RX. Kabin sangat kedap suara, membuat perjalanan tol terasa damai. Sistem audio Mark Levinson opsional seharga $1.160 (sekitar Rp 18,5 juta) memberikan kualitas suara jernih dan bertenaga—tempat terbaik untuk menikmati perjalanan.

Baris kedua juga mendapat perlakuan istimewa: jok berpemanas dan berventilasi, zona AC sendiri, serta dua port USB-C. Ruang bagasi 29,5 kaki kubik di belakang jok kedua cukup lega untuk koper keluarga. Belum lagi nilai jual kembali Toyota/Lexus yang terkenal tinggi.

Teknologi Infotainment yang Membingungkan

Sayangnya, interior juga dihiasi tombol setir sensitif sentuhan yang mudah tertekan tanpa sengaja. Antarmuka infotainment secara keseluruhan terasa rumit dan tidak intuitif—sebuah kelemahan yang sudah berulang kali dikeluhkan di banyak model Lexus terbaru.

Verdict: Ambil RX350h, Hemat Rp 180 Juta, Dapat Pengalaman Lebih Murni

Dengan harga dasar $67.650 dan harga tes mencapai $78.970 (setara Rp 1,26 miliar), RX500h F Sport Performance adalah varian yang paling mahal dan paling membingungkan. Skor 5/10 dari The Drive mencerminkan kebingungan identitas ini.

Untuk konsumen Indonesia yang mencari Lexus RX sejati, pilihan paling masuk akal adalah RX350h. Lebih murah, lebih efisien, dan yang terpenting: tidak berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Lexus RX adalah mobil untuk bersantai, bukan untuk balap. Ingatlah itu sebelum tergiur paket F Sport.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: thedrive.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top