PEMATANGSIANTAR — Polres Pematangsiantar langsung mengambil langkah cepat menindaklanjuti video viral yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, tiga orang yang disebut sebagai debt collector terlihat menjatuhkan sebuah paket yang diduga narkotika jenis sabu saat berada di dalam mobil. Kepolisian langsung mengamankan ketiganya dan melakukan pemeriksaan intensif.
Video berdurasi pendek itu ramai dibagikan oleh warganet di sejumlah platform media sosial. Dalam rekaman, tampak tiga orang pria yang tengah berada di dalam mobil. Salah satu dari mereka diduga menjatuhkan sesuatu ke lantai mobil yang kemudian disebut sebagai paket sabu.
Pihak Polres Pematangsiantar tidak tinggal diam. Setelah video tersebut menjadi perbincangan, tim dari Satuan Reserse Narkoba langsung mendatangi dan mengamankan ketiga pria tersebut. Mereka kemudian dibawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sebagai langkah awal, polisi melakukan tes urine terhadap ketiga debt collector tersebut. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi apakah mereka terbukti mengonsumsi narkoba atau tidak. Hasil dari tes urine ini akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
"Kami masih menunggu hasil tes urine secara resmi. Setelah itu, kami akan melakukan pendalaman, termasuk memeriksa barang bukti yang ada di dalam video," ujar salah satu petugas di Mapolres Pematangsiantar.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benda yang jatuh dalam video tersebut benar-benar narkotika. Penyidik juga tengah memeriksa rekaman asli dan mencari saksi-saksi di lapangan untuk memperkuat alat bukti.
Ketiga pria tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif. Polisi belum menetapkan status hukum mereka karena masih menunggu hasil laboratorium dan tes urine. Jika terbukti, mereka bisa dijerat dengan Undang-Undang Narkotika.
Video yang viral ini menjadi perhatian publik karena melibatkan profesi debt collector yang kerap berhadapan langsung dengan masyarakat. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pihak perusahaan penagih utang untuk lebih ketat mengawasi perilaku karyawannya di lapangan.
Polres Pematangsiantar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan video yang belum terverifikasi kebenarannya. "Kami akan mengupdate perkembangan kasus ini secara resmi. Jangan sampai informasi yang belum jelas malah memicu kegaduhan," tutup petugas.