MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan penyaluran bantuan pangan tahap awal di sembilan kabupaten/kota telah tuntas. Bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng MinyaKita itu menyasar penerima manfaat untuk periode Februari–Maret 2026.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat, menyebutkan daerah yang sudah rampung meliputi Kabupaten Toba, Kabupaten Pakpak Bharat, Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi, Kota Tanjungbalai, Kota Padangsidimpuan, Kota Gunungsitoli, Kota Pematangsiantar, dan Kota Sibolga.
Bulog Sumut menargetkan seluruh proses penyaluran kepada 1.756.846 penerima manfaat di wilayah Sumatera Utara selesai pada akhir Juni 2026. Hingga kini, realisasi baru mencapai 579.584 orang atau sekitar 33 persen dari total sasaran.
Dari jumlah tersebut, beras yang telah disalurkan mencapai 11.591 ton dan MinyaKita sebanyak 2.318.336 liter. Untuk memenuhi alokasi penuh, Bulog telah menyiapkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter minyak goreng merek MinyaKita.
Budi menegaskan tidak ada hambatan berarti di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nias. "Karena bantuan pangan itu sudah berada di masing-masing desa dan tinggal menunggu waktu penyaluran," ujarnya.
Ia menambahkan, Bulog terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi. Langkah ini dinilai krusial mengingat jumlah penerima bantuan pangan pada 2026 meningkat dibandingkan periode Oktober–November 2025 yang tercatat sebanyak 844.696 penerima manfaat.
Budi mengatakan bantuan pangan tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengendalikan inflasi pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas harga di Sumatera Utara.