MEDAN — Personel Brimob Polda Sumut tidak hanya turun saat ada gangguan keamanan. Pada pekan pertama Juni 2026, seluruh jajaran dari Detasemen Gegana hingga Batalyon C Pelopor serentak menggelar aksi sosial di beberapa titik di Sumatera Utara.
Di Kota Tanjung Balai, personel Batalyon C Pelopor membagikan sekitar 300 porsi makanan gratis kepada jamaah Masjid Hubbul Wathon. Sementara itu, personel Batalyon B Pelopor membagikan nasi kotak kepada jamaah Salat Jumat di Masjid Al Jihad.
Di wilayah Medan, Detasemen Gegana menyasar warga kurang mampu di Kecamatan Medan Denai dengan paket sembako. Personel Batalyon A Pelopor juga menyalurkan bantuan serupa kepada warga di sekitar Markas Komando Sat Brimob Polda Sumut.
Program Minggu Kasih tidak hanya berisi pembagian sembako. Personel Batalyon B Pelopor turun langsung membersihkan lingkungan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) di Kota Tanjung Balai. Aksi ini menjadi simbol toleransi antarumat beragama yang diinisiasi oleh institusi kepolisian.
Di Gunungsitoli, personel Batalyon C Pelopor menyerahkan bantuan sembako kepada pengurus gereja dan warga sekitar. Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Detasemen Gegana dan Batalyon A Pelopor yang kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya dirasakan dalam tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” kata Kombes Pol. Rantau.
Melalui program Jumat Berkah dan Minggu Kasih, Sat Brimob Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat. Kegiatan rutin ini dinilai mampu menciptakan sinergi yang kuat antara polisi dan warga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.