MEDAN — Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, mengungkapkan bahwa persoalan sanitasi menjadi salah satu prioritas utama yang memerlukan penanganan serius. Hal ini disampaikannya usai membuka rapat koordinasi dengan UNICEF terkait rencana aksi program kerja sama periode 2026–2030 di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Sulaiman menjelaskan, buruknya akses terhadap jamban sehat dan air bersih berkontribusi langsung terhadap tingginya angka stunting di Sumut. Prevalensi kekerdilan pada anak di provinsi ini tercatat masih 22 persen pada 2024, jauh dari target nasional.
"Target penurunan angka stunting pada 2030 ditetapkan menjadi 12,5 persen," tegas Sulaiman dalam sambutannya.
Pemprov Sumut berharap UNICEF dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam mengubah kebiasaan masyarakat, terutama praktik buang air besar sembarangan. Selain itu, bantuan juga difokuskan pada penyediaan jamban sehat bagi keluarga miskin dan kelompok rentan.
"Seperti pengembangan strategi perubahan perilaku masyarakat menghentikan praktik buang air besar sembarangan, peningkatan akses jamban sehat keluarga miskin, dan kelompok rentan," tutur Sulaiman.
Pelaksana tugas Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Inti Wikanestri, menyebut Sumut dipilih sebagai perwakilan Pulau Sumatera karena masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemenuhan hak dasar anak. Total dukungan UNICEF untuk Sumut tahun ini mencapai Rp4 miliar.
"Kami berharap kerja sama ini dapat mempertajam pelaksanaan RPJMD dan RKPD serta mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” kata Inti.
Wakil Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Likenga, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat pencapaian target pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan sanitasi.
"Terutama, di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan sanitasi lebih efektif, inklusif, serta berkelanjutan," tutur Jean.