Rupiah Melemah 39 Poin ke Rp17.843 per Dolar AS, Trump Ancam Aksi Militer di Lebanon

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Senin, 22 Juni 2026 | 21:45:01 WIB
Rupiah melemah 39 poin ke Rp17.843 per dolar AS di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

JAKARTA — Pelemahan rupiah ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melakukan aksi militer di Lebanon mengguncang sentimen pasar global.

"Sentimen pasar terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah untuk mengendalikan kelompok Hizbullah yang beroperasi di Lebanon," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Pembicaraan Diplomatik AS-Iran di Swiss

Ancaman Trump muncul di tengah babak baru perundingan diplomatik antara Wakil Presiden AS JD Vance dengan perwakilan Iran di Swiss. Para pejabat tinggi kedua negara menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka pada hari yang sama, berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh sejak April setidaknya selama 60 hari lagi.

Dalam pertemuan tersebut, Iran disebut telah mendapatkan pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia. Kabar ini sempat meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar global dan menekan harga minyak mentah.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut "kemajuan yang baik" telah dicapai selama pembicaraan di Swiss. Sementara itu, mediator dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Pasar Tunggu Data Ekonomi AS Pekan Ini

Ibrahim menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi AS pekan ini. Dua indikator utama yang dinanti adalah perkiraan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.

"Data ini akan memberikan petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter AS ke depan," ungkapnya.

Sementara itu, posisi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama justru bergerak menguat ke level Rp17.819 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.826 per dolar AS.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top