MEDAN — Laga kontra Persija Jakarta menjadi momentum bagi PSMS Medan untuk mematangkan persiapan menuju kompetisi resmi. Tim asuhan Eko Purdjianto itu belum mengoleksi satu poin pun dari dua pertandingan sebelumnya, namun perkembangan fisik dan taktik para pemain dinilai menunjukkan grafik positif.
Pertandingan ini juga menjadi kesempatan terakhir bagi pelatih berusia 48 tahun itu untuk mengevaluasi seluruh elemen tim sebelum skuad diliburkan dan kembali menjalani pemusatan latihan.
Eko menegaskan bahwa turnamen pramusim ini adalah ajang uji coba yang tepat untuk melihat kapasitas pemain pelapis. Ia berencana melakukan rotasi besar-besaran agar seluruh anggota skuad merasakan atmosfer pertandingan melawan tim sekelas Persija.
“Rotasi tetap kami lakukan. Kami ingin melihat performa pemain dan juga perkembangan taktikal tim. Ada beberapa pemain yang belum tampil dan kemungkinan akan kami turunkan,” ujar mantan asisten pelatih Timnas Indonesia itu, kemarin.
Namun, keputusan final mengenai komposisi pemain masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. Sebab, masih ada tiga pemain yang menepi karena masalah kebugaran.
Di kubu lawan, laga ini menjadi penentu nasib Persija di ajang Piala Presiden. Macan Kemayoran wajib meraih kemenangan dan berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka untuk menjaga asa melaju ke semifinal.
Persija belum pernah menang dalam dua laga awal. Mereka kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya dan ditahan imbang 2-2 oleh Port FC, sehingga baru mengantongi satu poin. Tim besutan Shin Tae-yong itu kini bergantung pada hasil laga Persebaya kontra Port FC yang digelar pada malam harinya.
Apabila Persija menang dan Port FC gagal mengalahkan Persebaya, peluang Macan Kemayoran tetap terbuka. Namun jika wakil Thailand itu meraih kemenangan, dipastikan Port FC lolos mendampingi Persebaya dan Persija harus mengakhiri turnamen lebih cepat.
Bagi PSMS, hasil akhir klasemen bukanlah tujuan utama. Eko menegaskan bahwa progres permainan dari laga ke laga adalah indikator keberhasilan yang lebih penting untuk menyongsong kompetisi resmi.
“PSMS terus menunjukkan progres, baik dari sisi fisik maupun taktikal. Lawan Persija juga menjadi bagian dari pemantapan tim. Kami ingin menampilkan permainan terbaik dan melihat perkembangan yang sudah kami capai,” ungkapnya.
Setelah laga pamungkas ini usai, para pemain akan mendapatkan waktu istirahat singkat. “Setelah turnamen ini selesai, pemain akan kami liburkan lebih dulu. Setelah itu kami akan kumpul berlatih, sebelum menjalani training camp. Pemain diliburkan sekitar lima sampai enam hari,” ucap Eko.
Dengan semangat pantang menyerah, Ayam Kinantan bertekad memberikan perlawanan sengit dan menutup Piala Presiden Elite 2026 dengan hasil positif, sekaligus menjadi modal berharga bagi persiapan tim menuju Championship 2026/2027.