MEDAN — Wajah baru Stadion Teladan mulai terlihat jelas di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga yang tetap setia berolahraga di kawasan tersebut. Proyek revitalisasi yang digarap sejak awal 2024 ini memasuki penyelesaian akhir, dengan seluruh tribun dibangun ulang menggunakan kursi tunggal berstandar FIFA.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyatakan koordinasi dengan berbagai pihak terus dipercepat agar proyek kebanggaan masyarakat Sumatera Utara ini bisa segera difungsikan secara penuh. "Revitalisasi terus dikebut agar dapat rampung sesuai target. Ini akan menjadi stadion kebanggaan kita," ujarnya.
Stadion yang diresmikan pada 1953 ini bukan sekadar bangunan tua. Didesain arsitek Lim Bwan Tjie, stadion ini dibangun untuk menyambut PON III dan menjadi saksi kejayaan PSMS Medan di era Perserikatan. Nama-nama besar Eropa seperti Ajax Amsterdam, Arsenal FC, dan UC Sampdoria pernah merumput di lapangan ini lewat Turnamen Marah Halim Cup pada periode 1972–1995.
Kini, warisan itu dirawat melalui pembangunan ulang yang dimulai dengan peletakan batu pertama pada 6 Februari 2024 oleh Wali Kota Medan saat itu, Muhammad Bobby Afif Nasution, bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Ruang terbuka hijau di depan stadion juga ditata ulang agar semakin nyaman bagi pengunjung.
Meski belum sepenuhnya rampung, Stadion Teladan telah dipercaya menjadi salah satu venue Turnamen Sepak Bola Piala AFF U-19 2026. Meski pertandingan berlangsung tanpa penonton, desain modern dan fasilitasnya mendapat apresiasi dari para peserta.
Bagi warga seperti Ibra yang rutin berlari di kawasan stadion, perubahan ini terasa nyata. "Saya bisa berlari dengan background yang keren di sini," katanya, menggambarkan suasana yang jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.
Revitalisasi ini tidak berhenti pada perbaikan fisik semata. Bobby Nasution, penggagas proyek saat menjabat wali kota, menegaskan bahwa stadion ini diharapkan menjadi pusat pembinaan olahraga untuk menghidupkan kembali kejayaan PSMS Medan dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Dengan selesainya proyek ini, Kota Medan akan memiliki salah satu stadion berstandar internasional di luar Pulau Jawa. Warga yang selama puluhan tahun menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik kini menantikan fasilitas yang lebih layak untuk kegiatan olahraga harian mereka.