Kim Sang-sik Bongkar Hasil Pantauan Timnas Indonesia di SUGBK: Serangan Tajam, Tapi Pertahanan Vietnam Siap

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:25:01 WIB
Kim Sang-sik memantau langsung jalannya pertandingan Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

SUMATERA UTARA — Momen Kim Sang-sik duduk di tribune Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat Indonesia menjamu Mozambik bukan sekadar jalan-jalan. Pelatih asal Korea Selatan itu mengonfirmasi bahwa kehadirannya adalah bagian dari kerja intelijen taktik untuk menghadapi skuad asuhan John Herdman pada turnamen regional akhir tahun ini.

"Menonton pertandingan Indonesia Vs Mozambik secara langsung membantu saya lebih memahami gaya bermain dan tujuan taktis Indonesia. Mereka bermain sangat terorganisir," ujar Kim dalam konferensi pers di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (2/8/2026).

Ancaman di Lini Depan: Postur Tubuh dan Variasi Penyelesaian Akhir

Kim tidak menampik bahwa ada kekhawatiran tersendiri saat menganalisis permainan Indonesia. Ia menyoroti kualitas individu pemain depan yang dimiliki John Herdman, yang dinilainya bisa menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Vietnam.

"Mereka memiliki serangan yang sangat kuat dengan pemain-pemain yang tinggi dan memiliki kemampuan mengolah bola dan penyelesaian yang beragam," jelas Kim mengenai temuan utamanya dari pertandingan di Jakarta tersebut.

Ketika ditanya soal Indonesia yang memilih tidak berlatih di Stadion Pakansari pada hari yang sama, Kim enggan mempermasalahkannya. Ia justru menilai hal itu adalah hak prerogatif tuan rumah yang harus dihormati.

Modal Clean Sheet: Kunci Jawaban untuk Serangan Garuda

Meski memberi pujian tinggi pada daya gedor Indonesia, Kim menegaskan bahwa timnya tidak akan tampil ketakutan. Ia mengklaim kesiapan fisik dan mental anak asuhnya berada di level tertinggi menjelang laga nanti.

"Ini tentu akan menjadi tantangan yang sulit bagi pertahanan tim nasional Vietnam. Namun, pertahanan kami telah menjaga gawang tetap bersih dalam tiga pertandingan terakhir, sehingga seluruh tim sangat percaya diri," tegas Kim.

Pelatih berusia 49 tahun itu menekankan bahwa soliditas pertahanan bukan hanya soal kerja empat bek dan kiper. Ia menyebut seluruh lini harus terlibat aktif dalam skema bertahan untuk meredam agresivitas Indonesia.

"Saya ingin menekankan bahwa pertahanan bukanlah tanggung jawab satu individu saja, melainkan koordinasi seluruh lini," jelasnya menutup sesi wawancara.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top