KARO — Prosesi wisuda di Kabupaten Karo kali ini tidak hanya diisi dengan pelepasan akademik, tetapi juga sarat makna budaya. Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., hadir langsung memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi kerja keras para wisudawan, orang tua, dan dosen dalam menyelesaikan pendidikan.
Menurut Bupati, momen kelulusan ini adalah titik tolak bagi para sarjana untuk memasuki dunia kerja atau mengabdikan ilmunya di tengah masyarakat. "Wisuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya di hadapan para lulusan.
Acara wisuda kali ini terasa berbeda dengan hadirnya prosesi adat Karo, ngambur beras piher. Tradisi ini menjadi simbol pelepasan, penghormatan budaya, sekaligus doa agar seluruh lulusan senantiasa mendapat berkat, keselamatan, dan kesuksesan di masa depan.
Kehadiran unsur budaya lokal dalam acara akademik ini menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan kearifan lokal yang tetap dijaga di Tanah Karo.
Di tengah dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif, Bupati Karo mengingatkan para alumni untuk menjadi sumber daya manusia yang cerdas, adaptif, dan berintegritas. Ia mendorong lulusan untuk tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru demi membangun daerah.
“Jadilah agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan di tengah masyarakat. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu pengetahuan terus berkembang seiring waktu,” tegas Bupati dalam arahannya.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Universitas Quality Berastagi. Ia berharap kampus tersebut terus konsisten mencetak lulusan unggul demi kemajuan Kabupaten Karo ke depan.