MEDAN — BMKG merinci kondisi cuaca di sembilan wilayah utama Sumatera Utara pada Minggu (1/11). Pemodelan atmosfer terkini menunjukkan hampir seluruh wilayah didominasi awan tebal dan udara kabur pada pagi hari, sebelum berpotensi hujan pada siang hingga malam.
Kota Medan diprakirakan berawan pada pagi, lalu hujan ringan hingga hujan petir menjelang siang sampai malam. Suhu udara berkisar 23-33 derajat Celsius dengan kelembapan 63-99 persen.
Kabupaten Deli Serdang mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan pada siang, dengan potensi hujan petir di beberapa kecamatan sore menjelang malam. Suhu di wilayah ini 23-33 derajat Celsius.
Kabupaten Langkat umumnya berawan, udara kabur, dan berpotensi hujan ringan di sejumlah titik dataran rendah hingga lereng pegunungan. Suhu berkisar 23-33 derajat Celsius.
Wilayah dataran tinggi Kabupaten Karo diprediksi berawan, kabur, serta berpotensi hujan ringan hingga hujan petir. Suhu lebih dingin, yakni 18-26 derajat Celsius.
Sebagian besar Kabupaten Simalungun terpantau berawan tebal dengan udara kabur dan potensi hujan ringan tidak merata. Suhu di wilayah ini 21-28 derajat Celsius.
Kabupaten Tapanuli Utara dan Toba didominasi cuaca berawan, udara kabur, serta kabut pada pagi dan malam hari, diselingi hujan ringan di beberapa kecamatan. Suhu 16-25 derajat Celsius.
Kabupaten Nias dan Kepulauan Nias diprakirakan berawan hingga hujan ringan dengan kelembapan relatif tinggi. Suhu berkisar 22-30 derajat Celsius.
Kabupaten Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan diprediksi berawan, udara kabur, dan berpotensi hujan ringan hingga sedang. Suhu 19-27 derajat Celsius.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa daerah rawan.
Warga yang tinggal di lereng bukit, bantaran sungai, dan wilayah pesisir diminta siaga terhadap potensi genangan air, banjir, serta tanah longsor. Pelaku perjalanan juga diimbau berhati-hati saat berkendara jika hujan lebat disertai penurunan jarak pandang akibat kabut atau udara kabur.
Prakiraan cuaca ini menjadi pedoman bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, pelaku sektor transportasi, serta langkah mitigasi dini kebencanaan di tingkat daerah.