Satlantas Polres Madina Sosialisasi Ops Patuh Toba 2026 di 3 Lokasi, dari Pidoli Lombang hingga Ponpes Musthafawiyah

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 05 November 2026 | 10:16:31 WIB
Petugas Satlantas Polres Madina menyambangi warga di Desa Pidoli Lombang dalam sosialisasi Operasi Patuh Toba 2026.

PANYABUNGAN — Satlantas Polres Mandailing Natal menggelar sosialisasi preemtif Operasi Patuh Toba 2026 di tiga titik dalam satu rangkaian kegiatan. Kasat Lantas Polres Madina Iptu Sumardi memimpin langsung penyambangan ke permukiman warga, sekolah, dan pesantren tersebut.

Operasi Patuh Toba 2026 sendiri berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Kampanye operasi mengusung slogan "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas Aman, Tertib, dan Berkeselamatan".

Parbetor di Pidoli Lombang Diminta Lengkapi Surat Kendaraan

Di Desa Pidoli Lombang, petugas menyambangi warga, pengguna jalan, dan komunitas parbetor atau penarik becak bermotor. Mereka menyisir kawasan permukiman dan jalur lintas untuk menyampaikan imbauan langsung.

Materi yang ditekankan meliputi penggunaan helm berstandar SNI, larangan mengangkut penumpang melebihi kapasitas, serta kelengkapan surat-surat kendaraan. Pendekatan dilakukan secara humanis agar warga tidak merasa digurui.

"Kami mendekati warga secara humanis. Misalnya kami sapa: 'Halo Bu, sudah pakai helm dan tidak ragu-ragu melewati barisan Polisi Lalu Lintas, berarti sudah tahu ada Ops Patuh Toba 2026'," ujar petugas dalam sesi sambang di Pidoli Lombang.

SMK Namira Husada: Larangan Knalpot Brong dan Boncengan Lebih dari Satu

Sosialisasi di SMK Namira Husada Kecamatan Panyabungan diarahkan pada pembentukan karakter generasi muda taat hukum sejak dini. Petugas menyasar pelajar sebagai pengguna jalan yang rentan terlibat pelanggaran.

Imbauan utama mencakup larangan menggunakan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan publik. Petugas juga melarang berkendara ugal-ugalan serta berboncengan lebih dari satu orang.

Dalam sesi itu, petugas menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama saat berangkat ke sekolah. Pendekatan ini ditempuh agar pelajar memahami aturan sebagai bentuk perlindungan diri, bukan sekadar larangan.

Santri Musthafawiyah Purba Baru Dibidik Jadi Pelopor Keselamatan

Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Kecamatan Lembah Sorik Marapi menjadi lokasi ketiga. Pesantren ini merupakan salah satu yang terbesar di Sumatera Utara, sehingga jangkauan sosialisasinya dinilai strategis.

Pendekatan di pesantren diarahkan agar santri menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Petugas menyampaikan pemahaman tentang pentingnya mematuhi peraturan jalan raya guna mencegah kecelakaan fatal.

Polisi juga berkolaborasi dengan pihak pengasuh pesantren untuk mengingatkan santri dan wali santri. Dua hal yang ditekankan adalah menjaga ketertiban parkir serta berkendara tertib di jalur lintas Purba Baru.

Penindakan Tetap Jalan, Edukasi Jadi Prioritas

Sumardi menyebut pendekatan edukatif sebagai bagian penting dari Operasi Patuh Toba 2026. Polisi tidak hanya bertindak melakukan penindakan, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini di lingkungan permukiman, sekolah, dan pesantren.

"Kami ingin masyarakat, pelajar maupun santri sama-sama menjadi garda terdepan keselamatan lalu lintas di wilayah Mandailing Natal," tegasnya.

Dengan berakhirnya Operasi Patuh Toba 2026 pada 8 November mendatang, Satlantas Polres Madina berharap upaya sosialisasi ini menurunkan angka pelanggaran. Harapan berikutnya, arus lalu lintas di Mandailing Natal tercipta aman, tertib, dan berkeselamatan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top