Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau saluran irigasi tersier di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan menaiki sepeda motor menuju area persawahan. Peninjauan dilakukan dalam kunjungannya ke proyek Infrastruktur Berbasis Masyarakat Program Percepatan Peningkatan Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Di Deli Serdang, program ini dilaksanakan di 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja.
DELI SERDANG — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menuju area persawahan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan sepeda motor untuk meninjau saluran irigasi. Lokasi yang dituju tidak jauh dari tempat pertemuannya dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dudung ingin memastikan air benar-benar mengalir sampai ke lahan petani.
Peninjauan berlangsung dalam kunjungannya ke proyek Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Program Percepatan Peningkatan Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Selain mengecek saluran di lapangan, ia berdialog dengan para petani anggota P3A untuk mendengar pengalaman mereka secara langsung.
Air Mengalir Lancar, Hasil Panen Petani Ikut Naik
Dari dialog dengan warga di lokasi, Dudung menerima laporan bahwa air kini mengalir lebih lancar dan hasil panen ikut meningkat. Ia menyampaikan hal itu usai mengecek kondisi saluran bersama petani.
"Tadi saya tanya juga kepada masyarakat, dengan adanya program ini air mengalir, kemudian peningkatan produksi padi pun semakin meningkat," katanya.
Menurut Dudung, saluran yang ia tinjau merupakan jaringan tersier, yakni saluran yang paling dekat dengan lahan petani. Jaringan primer dan sekunder dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sedangkan jaringan tersier dikerjakan langsung oleh masyarakat secara swakelola.
Anggaran Tersier Langsung ke Masyarakat, Dikerjakan Swakelola
Dudung menjelaskan, selama ini para petani membuat jaringan tersier dengan bantuan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Melalui program padat karya ini, petani kini menerima anggaran secara langsung untuk mengerjakan saluran tersier sendiri.
"Selama ini para petani membuat jaringan tersier dibantu oleh Babinsa, mungkin Bhabinkamtibmas. Sekarang mereka sendiri langsung dikasih anggarannya untuk membuat tersier ini," ujarnya menjelaskan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur berbasis masyarakat yang dikerjakan secara swakelola, dengan anggaran dari APBN yang langsung menyentuh warga.
P3-TGAI di Sumut Jangkau 21 Kabupaten/Kota dengan Anggaran Rp527,50 Miliar
P3-TGAI mendukung pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan. Secara nasional, program ini mencakup 37 provinsi dengan anggaran Rp14,63 triliun.
Di Sumatera Utara, program menjangkau 21 kabupaten/kota dengan anggaran Rp527,50 miliar. Kabupaten Deli Serdang melaksanakan program di 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja, sementara Kabupaten Serdang Bedagai mencakup 86 titik lokasi dengan target 58.050 tenaga kerja.
Ketahanan Pangan Tidak Bergantung Impor
Dudung menegaskan langkah ini sejalan dengan arahan Presiden agar ketahanan pangan tidak bergantung pada impor. Ia meyakini jaringan irigasi yang baik akan mendorong swasembada pangan dan menjaga stabilitas ekonomi petani.
"Saya yakin kualitas irigasi yang diawasi oleh desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat provinsi ini akan semakin maksimal dan mampu berjalan," ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai. Menurutnya, anggaran APBN saat ini betul-betul menyentuh masyarakat.
"Saya mengecek langsung untuk memastikan bahwa program pemerintah ini berjalan lancar. Mudah-mudahan pengembangan ini akan semakin meningkat, tentunya anggaran APBN sekarang betul-betul menyentuh masyarakat," ujarnya.