TEBINGTINGGI — Sosialisasi Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten/Kota yang digelar di Pondok Bali Lestari, Jalan Deblod Sundoro, menjadi ajang Pemko Tebingtinggi menegaskan bahwa promosi pariwisata butuh keterlibatan semua pihak. Erwin Suheri Damanik menilai pelaku usaha jasa pariwisata punya peran penting memberi informasi kepada masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Menurut Erwin, wisatawan yang datang ke Tebingtinggi membutuhkan informasi yang mudah diperoleh. Bukan hanya soal tempat menginap, tetapi juga lokasi kuliner, destinasi wisata, serta kegiatan yang bisa diikuti selama berada di kota itu.
Pelaku Usaha Diminta Manfaatkan Media Sosial
Erwin mendorong pelaku usaha memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Menurutnya, kanal digital lebih efektif menjangkau calon wisatawan dibanding promosi konvensional.
"Pelaku usaha harus saling mendukung dan ikut mempromosikan potensi yang ada. Ketika ada tamu dari luar daerah, mereka tentu membutuhkan informasi tentang tempat menginap, kuliner, objek wisata maupun kegiatan yang bisa dilakukan," ujar Erwin.
Ia berharap kolaborasi antara Pemko Tebingtinggi dengan pelaku usaha terus diperkuat. Dengan begitu, berbagai potensi pariwisata daerah dapat dikembangkan sekaligus memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Satu Data Pariwisata untuk Permudah Akses Informasi
Kepala Disporapar Kota Tebingtinggi Muhammad Fadly menyebut sosialisasi itu juga menjadi bagian upaya membangun basis data pariwisata yang terintegrasi. Data tersebut diharapkan memudahkan wisatawan mengakses informasi penginapan, tempat rekreasi, dan wisata kuliner.
"Melalui Satu Data ini, kita berharap ketika ada kegiatan atau event skala daerah maupun nasional yang menghadirkan tamu dari luar daerah, mereka lebih mudah mendapatkan informasi terkait penginapan, tempat rekreasi dan wisata kuliner," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Tebingtinggi Kota Henci Br Siregar, Kabag Pemerintahan Risky Safitri, para lurah, kepala lingkungan, serta sejumlah pelaku usaha di sektor jasa pariwisata Kota Tebingtinggi.
Dorongan agar Promosi Tidak Bergantung pada Anggaran Daerah
Langkah Pemko Tebingtinggi menyasar sektor jasa pariwisata yang selama ini jadi ujung tombak pelayanan langsung kepada tamu. Hotel, restoran, dan kafe dinilai paling sering berinteraksi dengan pendatang sehingga informasi yang mereka berikan berpengaruh pada lama tinggal dan belanja wisatawan di kota itu.
Erwin menegaskan promosi pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa pariwisata juga memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Dengan penguatan kolaborasi dan basis data terintegrasi, Pemko Tebingtinggi berharap potensi wisata daerah lebih mudah dikenal wisatawan luar daerah sekaligus menggerakkan perekonomian warga setempat.