Rico Waas: Imlek Jadi Simbol Harmoni Multikultural Kota Medan

Wali Kota Medan Rico Waas membuka Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point.
Penulis: Redaksi
Minggu, 25 Januari 2026 | 14:05:04 WIB

Medan — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Kota Medan yang multikultural. Keberagaman suku, etnis, dan budaya di kota ini tidak hanya hidup berdampingan, tetapi menyatu dalam aktivitas sosial dan perayaan lintas komunitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026). Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga membuka serta meninjau langsung Fa Hua Exhibition 2026, yang menampilkan beragam ekspresi seni dan budaya oriental.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas.

Pameran Fa Hua Exhibition 2026 menghadirkan berbagai karya budaya, mulai dari lukisan dan kaligrafi Tiongkok, kerajinan keramik oriental, galeri seni dan warisan budaya Tionghoa, taman lampion dan Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran lukisan minyak, Borobudur Heritage, seni feng shui, hingga beragam aksesori oriental.

Menurut Rico Waas, Imlek di Medan tidak lagi dimaknai sebagai perayaan satu kelompok etnis semata. “Perayaan Imlek telah tumbuh menjadi bagian dari kebudayaan kota ini, dirasakan dan dirayakan bersama lintas generasi dan latar belakang,” ujarnya.

Ia menyebut Medan sebagai miniatur Indonesia karena dihuni oleh beragam suku dan etnis yang hidup secara harmonis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India. Keberagaman tersebut, kata Rico, membentuk karakter warga Medan yang terbuka, inklusif, dan saling menghormati.

Interaksi lintas budaya telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga. Kondisi ini, menurutnya, memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan.

Rico Waas juga menyinggung makna Tahun Kuda Api yang menjadi simbol perayaan Imlek 2026. Filosofi tersebut melambangkan semangat, energi, dan gerak maju, yang dinilainya sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan.

Ia menegaskan bahwa kekompakan dan persatuan merupakan kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Rico mencontohkan solidaritas warga Medan saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak lagi menjadi sekat.

“Kita adalah bangsa Indonesia. Perbedaan tidak boleh memisahkan kita dari prinsip utama, yakni persatuan dan kecintaan pada Merah Putih. Tanpa kebersamaan, kita akan mudah terpecah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rico Waas berharap perayaan Imlek di Kota Medan dapat terus dikembangkan sebagai kekuatan budaya sekaligus daya tarik wisata. Ia menilai harmoni multikultural yang terbangun di Medan memiliki potensi besar untuk menarik perhatian masyarakat luar daerah hingga mancanegara.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Medan yang terus menunjukkan kepedulian sosial, khususnya dalam membantu warga terdampak bencana. “Semangat solidaritas ini adalah kekuatan utama Kota Medan,” pungkasnya.

Reporter: Redaksi