TAPANULI UTARA — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memastikan komitmennya menyediakan hunian layak bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Adian Koting. Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si (JTP) melakukan kunjungan kerja ke dua lokasi, yakni Desa Dolok Nauli dan Desa Sibalanga, untuk meninjau langsung progres pembangunan Huntap dan kondisi Huntara yang sudah dihuni warga.
Kunjungan pertama dilakukan di Desa Dolok Nauli, lokasi pembangunan Huntap. Di sana, Bupati JTP tidak hanya mengecek fisik bangunan, tetapi juga menginstruksikan jajaran pemerintah desa untuk menggerakkan budaya gotong royong. Menurutnya, pembenahan pekarangan menjadi tanggung jawab calon penghuni dan harus dikerjakan bersama-sama.
"Kita ajak masyarakat untuk bergotong royong di lokasi ini. Pembenahan pekarangan menjadi tanggung jawab masing-masing calon penghuni unit tersebut. Semangat gotong royong ini sangat krusial demi percepatan kesiapan lokasi Huntap," tegas Bupati JTP saat berdialog dengan jajaran di lapangan.
Selain menggerakkan warga, Bupati juga memerintahkan perangkat daerah teknis untuk lebih proaktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin kelancaran dukungan anggaran dan percepatan fisik pembangunan, baik untuk Huntap maupun Huntara.
Setelah dari Dolok Nauli, Bupati melanjutkan agenda ke Desa Sibalanga. Di lokasi ini, ia menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang telah menempati Huntara. Sebagian warga mengaku sudah mulai beradaptasi, namun masih ada sejumlah fasilitas penunjang yang belum optimal.
"Semoga warga betah dan berbahagia menempati Huntara ini. Saat ini, kami sedang mengupayakan percepatan pembangunan agar statusnya segera menjadi hunian tetap, termasuk percepatan penyediaan sarana dan prasarana pendukung di lokasi ini," ujar Bupati JTP.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memberikan solusi hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Adian Koting. Bupati memastikan proses transisi dari Huntara ke Huntap akan terus dipercepat, seiring rampungnya pembangunan fisik dan dukungan infrastruktur pendukung.