SUMATERA UTARA — Dinas Perhubungan Kota Depok mengumumkan rencana transformasi transportasi umum mereka pekan ini. Armada baru ini mengusung konsep ramah lingkungan dan inklusif, menggantikan angkot lama yang selama ini beroperasi. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menyatakan bahwa kendaraan sedang dipersiapkan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat.
Baterai 300-400 Km dan Fasilitas Prioritas
Wuling Mitra EV yang digunakan memiliki dimensi panjang 5.010 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.975 mm dengan jarak sumbu roda 3.050 mm. Mobil ini ditenagai motor listrik 75 kW dan torsi 180 Nm yang menggerakkan roda belakang, dengan kecepatan maksimal 115 km/jam.
Dua opsi baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) ditawarkan: varian 41,9 kWh dengan jarak tempuh 300 km, dan varian 56,2 kWh yang mampu menempuh 400 km dalam kondisi penuh. Pengisian daya cepat dari 30 persen ke 80 persen hanya memakan waktu 30 menit menggunakan charger CCS2.
Fitur unggulan yang disiapkan meliputi kursi prioritas untuk ibu hamil dan fasilitas khusus penyandang disabilitas. Hal ini menjadikan angkot listrik Depok sebagai salah satu transportasi umum pertama di Indonesia yang mengintegrasikan aksesibilitas penuh sejak awal desain.
Tarif Lebih Murah dari Angkot Bensin
Akun Instagram resmi Dishub Depok menyebutkan bahwa tarif operasional angkot listrik ini diproyeksikan lebih terjangkau dibandingkan armada konvensional. Meski angka pasti belum dirilis, efisiensi biaya listrik versus BBM menjadi faktor utama penekanan ongkos.
Wuling Mitra EV dijual dengan harga mulai Rp 348 juta untuk tipe Minibus. Namun, sebagai armada angkot, pemerintah kemungkinan mendapatkan skema pembelian khusus atau subsidi untuk menekan biaya pengadaan.
Mengapa Trayek D10A Jadi Prioritas?
Pemilihan trayek D10A sebagai proyek percontohan didasarkan pada volume penumpang dan potensi pengurangan emisi paling signifikan. Rute ini melayani koridor padat di pusat kota Depok, sehingga dampak pengurangan polusi langsung terasa.
Dishub Depok masih melakukan pengecekan akhir di karoseri sebelum unit-unit ini dioperasikan secara penuh. Belum ada tanggal pasti peluncuran, namun uji coba dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.