TAPANULI UTARA — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di BRI BO Tarutung berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Pimpinan Cabang, para Pimpinan Cabang Pembantu, SBM, MBM, AMOL, MRR, supervisor, serta seluruh pekerja. Rahmat Panggabean dipercaya sebagai Komandan Upacara.
Dalam amanat yang dibacakan Hary Adriansyah, peringatan ini ditegaskan bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ajakan untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi," ujar Hary mengutip surat edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai menjadi instrumen diplomasi yang dibutuhkan dunia saat ini. Prinsip ini dianggap mampu menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik di tengah keberagaman global.
Indonesia, disebutkan dalam amanat, memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.
Seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Nilai-nilai luhur di dalamnya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat dan lingkungan kerja.
Upacara ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam setiap aspek kehidupan.
Melalui peringatan ini, insan Brilian BO Tarutung diharapkan semakin memperkokoh semangat nasionalisme. Pancasila diharapkan menjadi landasan dalam berkarya, melayani, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.