Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabanjahe, Direktur Keuangan PNM Sahat Pangaribuan Ingatkan Nilai Pancasila sebagai Bintang Penuntun Bangsa

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Senin, 01 Juni 2026 | 14:24:01 WIB
Direktur Keuangan PNM Sahat Pangaribuan memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabanjahe.

KABANJAHE — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Kabupaten Karo terasa istimewa. Pasalnya, kegiatan yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu sekaligus menjadi puncak perayaan HUT ke-27 PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Upacara berlangsung khidmat di halaman Berastagi Cottage, Jalan Gundaling, Berastagi, Senin (1/6/2026), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta seluruh staf PT PNM Kabanjahe.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Direktur Keuangan PT PNM, Sahat Pangabahan Pangaribuan, memimpin langsung jalannya kegiatan. Ia hadir bersama Pemcab PNM Kabanjahe Daniel Silitonga, Manager ULAM Rahmat Simanjormang, dan Manager Supporting, Gunung Simarmata.

Pancasila sebagai Bintang Penuntun di Tengah Gejolak Global

Dalam arahannya, Sahat Pangabahan Pangaribuan menegaskan bahwa tema tahun ini merupakan pernyataan tegas bahwa Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Ia menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap kokoh berdiri nyata, membuktikan bahwa keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila menjadi ‘jangkar moral’ kita saat menghadapi gejolak global, mulai dari gangguan teknologi hingga perubahan dinamika politik dunia,” ujar Sahat dalam pidatonya.

Bagaimana Peran Indonesia di Panggung Perdamaian Dunia?

Sahat menekankan, Indonesia bukan sekadar penonton di panggung internasional. Sebagai bangsa besar, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat, menurutnya, menjadi instrumen diplomasi paling penting untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik antarnegara.

“Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan nyata lewat kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera PBB serta peran aktif dalam mediasi konflik regional. Hal ini adalah wujud nyata penerapan sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kami ingin dunia memahami, perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tambahnya.

PNM dan Komitmen Melayani Masyarakat Kecil

Menyinggung soal kemajuan bangsa, Sahat mengingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan berarti tanpa arah moral yang jelas. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk terus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup, bukan sekadar hiasan dinding atau teks dalam buku sejarah.

Pesan ini, kata Sahat, juga menjadi landasan bagi PNM dalam menjalankan perannya sebagai lembaga keuangan yang melayani masyarakat kecil. “Kepada seluruh insan PNM, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan dan pelayanan yang kita berikan berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak masyarakat kecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang tertinggal. Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak persatuan kita,” tegasnya.

Apa yang Perlu Diketahui tentang HUT ke-27 PNM?

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini menjadi momen spesial bagi PNM yang genap berusia 27 tahun. Kegiatan ditutup dengan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila dan doa restu untuk kemajuan PNM. Sahat mengajak seluruh peserta untuk memperteguh kembali komitmen kebangsaan.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa berdenyut menjadi nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai ini,” sebut Sahat mengakhiri arahannya.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top