MEDAN — UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan resmi menjadi tuan rumah Madrasah Science Olympiad (MSO) 2026 tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK se-Sumatera Utara. Kompetisi yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Kampus Sutomo itu dibuka langsung oleh perwakilan Kanwil Kemenag Sumut pada Senin (1/6/2026), bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Lahir Pancasila.
Peserta datang dari berbagai pelosok Sumut: Mandailing Natal, Nias, Tanjung Balai, Padang Lawas, Sibolga, Tapian Nauli, Asahan, Langkat, hingga Kota Medan. Mereka didampingi guru pembimbing masing-masing dan bersaing dalam sembilan bidang sains terintegrasi—Matematika, IPAS, IPA, IPS, Biologi, Fisika, Kimia, Geografi, dan Ekonomi—yang seluruhnya berbasis ujian digital.
Direktur DIGNITI, M. Donny Damara, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa MSO hadir sebagai wadah inklusif bagi semua siswa. "Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk bertarung dan menguji kemampuan diri sebelum menghadapi kompetisi resmi negara seperti OSN maupun KSM yang kuotanya sering kali terbatas di tingkat sekolah," ujarnya dalam sambutan. Donny juga menekankan bahwa sekolah dan madrasah harus selalu berorientasi pada prestasi karena hal itu menjadi nilai jual dan kebanggaan lembaga pendidikan.
Donny berpesan agar peserta tidak pernah takut gagal. "Setiap proses jatuh bangun dalam kompetisi adalah bekal mental yang berharga untuk membentuk mereka sebagai pemimpin masa depan, dekan, bahkan menteri di tahun Indonesia Emas 2045 kelak," katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UINSU Medan, Dr. Zulham, M.Hum., yang mewakili Rektor Prof. Dr. Nurhayati, membakar semangat peserta dengan menceritakan transformasi sains dan teknologi dari zaman purba hingga era digital. Ia memimpin yel-yel madrasah bersama seluruh peserta untuk membangkitkan aura kompetitif positif.
Dr. Zulham juga memperkenalkan FST UINSU Medan yang memiliki tujuh program studi unggulan: Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Matematika, Biologi, Fisika, dan Data Science. "Ini destinasi akademik masa depan bagi para jawara sains yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi," ujarnya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumut diwakili oleh Ketua Tim Kesiswaan, Dr. Nur Syamsiah, M.Ag., yang secara resmi membuka jalannya MSO 2026. Dalam arahannya, ia memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing, terutama mereka yang rela menyeberang dari daerah terpencil demi mendampingi anak didiknya. Kompetisi berlangsung sejak pagi hingga sore hari di area kampus UINSU Medan.
Pemenang MSO 2026 tingkat provinsi ini akan mewakili Sumatera Utara ke jenjang kompetisi berikutnya. Panitia menyebut bahwa ajang ini juga menjadi batu loncatan bagi siswa sebelum mengikuti OSN dan KSM tingkat nasional yang kuotanya lebih ketat.