BYD Atto 3 Terbaru Raup 30 Ribu Pemesanan dalam Seminggu di China, Baterai Generasi Kedua Jadi Andalan

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 08:18:31 WIB
BYD Atto 3 generasi terbaru mencatat 30 ribu pemesanan dalam seminggu di China.

SUMATERA UTARA — Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa penyegaran yang dilakukan BYD terhadap SUV listrik andalannya berhasil menarik minat konsumen. Sejak pertama kali diperkenalkan, Atto 3 memang menjadi salah satu model kunci BYD di pasar global, berdampingan dengan Dolphin dan Seal. Kini dengan generasi terbaru, BYD membenahi sisi teknis yang paling vital: baterai dan platform.

Baterai Blade Generasi Kedua: Kapasitas Bertambah, Waktu Isi Menyusut

Baterai anyar ini diklaim mampu diisi penuh dalam waktu 10 menit dalam kondisi suhu normal. Meski di cuaca dingin proses pengisian tetap berjalan, hanya sedikit lebih lambat. BYD menyediakan dua opsi kapasitas: 57,5 kWh dan 68,5 kWh, dengan jarak tempuh masing-masing mencapai 540 km dan 630 km berdasarkan standar pengujian China.

Baterai ini diletakkan di atas e-Platform 3.0 EVO, yang memungkinkan BYD mengubah konfigurasi penggerak. Alih-alih FWD seperti model sebelumnya, Atto 3 terbaru kini menggunakan penggerak roda belakang. Secara teori, RWD memberikan karakter handling lebih stabil saat akselerasi dan distribusi bobot yang lebih seimbang untuk mobil listrik.

Fitur Otonom God's Eye B, LiDAR Jadi Standar Varian Tertinggi

Untuk pasar China, BYD membekali Atto 3 anyar dengan sistem bantuan pengemudi paling canggih yang mereka miliki: God's Eye B. Varian di bawahnya tetap menggunakan DiPilot 300. Keduanya tetap mengandalkan LiDAR dan serangkaian sensor yang memungkinkan mobil parkir otomatis dan bernavigasi secara mandiri di jalan raya.

Sayangnya, fitur ini masih eksklusif untuk pasar domestik. Belum ada indikasi BYD akan membawa sistem otonom setingkat itu ke pasar global, termasuk Indonesia, dalam waktu dekat.

Nasib Atto 3 di Pasar Global dan Indonesia

BYD belum mengumumkan jadwal ekspor All New Atto 3 ke luar China. Saat ini pabrikan asal Shenzhen itu masih sibuk meluncurkan model lain di berbagai negara, termasuk M6 DM yang baru dirilis di Indonesia. Untuk pasar Tanah Air, Atto 3 terakhir kali mendapat penyegaran empat bulan lalu, namun hanya sebatas penambahan varian baru. Kini model tersebut dijual dalam dua varian, berbeda dengan sebelumnya yang hanya satu.

Dari jajaran model BYD yang ada, Dolphin menjadi satu-satunya yang belum mendapat pembaruan signifikan. Sementara Seal sudah menjalani penyegaran, dan Sealion 7 serta M6 terus menjadi andalan di segmen SUV dan MPV. Meski begitu, penjualan Atto 3 saat ini masih terbilang stabil, dan BYD tampaknya tidak terlalu tertekan oleh kompetitor di segmen BEV untuk segera mendatangkan model terbaru ke Indonesia.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ridertua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top