MEDAN — Sebanyak 14 mahasiswa dari setiap fakultas di lingkungan UINSU mengikuti perlombaan yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Mandailing, Bahasa Minangkabau, dan Bahasa Karo. Kepala PUSPESA UINSU, Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., mengatakan festival ini akan menjadi program rutin yang terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan pidato, orasi, dan keterampilan berbahasa mahasiswa.
Pada awal penyelenggaraannya, cabang lomba hanya mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Namun seiring perkembangan program, berbagai bahasa daerah mulai diakomodasi sebagai bentuk pelestarian kekayaan budaya dan linguistik Nusantara.
"Festival Bahasa akan menjadi program rutin yang terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan kemampuan pidato, orasi, dan keterampilan berbahasa mahasiswa," ujar Prof. Watni Marpaung saat membuka kegiatan.
Festival ini diproyeksikan sebagai sarana pembinaan calon duta bahasa dan peserta kompetisi kebahasaan di tingkat lebih tinggi. Selama ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara secara rutin melibatkan mahasiswa UINSU dalam berbagai kegiatan dan kompetisi kebahasaan tingkat provinsi maupun nasional.
Panitia menghadirkan dewan juri dari berbagai kalangan akademisi dan praktisi bahasa, termasuk perwakilan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIVA Medan, serta sejumlah dosen dari perguruan tinggi mitra.
Rektor UIN Sumatera Utara Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bahasa sebagai program strategis dalam mendukung pengembangan kualitas mahasiswa. Menurutnya, penguasaan bahasa tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga instrumen penting dalam membangun daya saing akademik, memperluas jejaring global, serta memperkuat identitas budaya bangsa.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi UIN SU sebagai Smart Islamic University yang mampu melahirkan lulusan unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Prof. Watni Marpaung juga menjelaskan bahwa Festival Bahasa diharapkan menjadi media promosi UINSU kepada masyarakat luas, khususnya siswa SMA, MA, dan sekolah sederajat. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan melibatkan peserta dari tingkat sekolah menengah sehingga dapat menjadi ajang pengenalan kampus sekaligus wadah pengembangan bakat kebahasaan generasi muda.
Melalui Festival Bahasa 2026, UIN SU berharap dapat terus melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki kompetensi kebahasaan yang kuat, mencintai bahasa dan budaya daerah, serta mampu menjadi representasi kampus dalam berbagai ajang kebahasaan di tingkat regional, nasional, maupun internasional.