Pencarian

Grab Resmi Kuasai Superbank dengan Kepemilikan di Atas 50%, Laba Melonjak 1.529%

Senin, 08 Juni 2026 • 10:55:31 WIB
Grab Resmi Kuasai Superbank dengan Kepemilikan di Atas 50%, Laba Melonjak 1.529%
Grab resmi menguasai PT Super Bank Indonesia Tbk dengan kepemilikan saham mayoritas 50,28%.

SUMATERA UTARA — PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi berada di bawah kendali Grab. Berdasarkan keterbukaan informasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Mei 2026, GXS Bank Pte. Ltd.—bagian dari ekosistem Grab—meningkatkan kepemilikannya dari 10,44% menjadi 17,66% setelah membeli 2,45 miliar saham dalam rangka strategic reorganization.

Jika digabung dengan kepemilikan Kudo Teknologi (16,669%) dan A5-DB Holdings Pte. Ltd. (15,947%), total porsi entitas afiliasi Grab mencapai 50,28%. Angka ini menempatkan Grab sebagai pemegang saham mayoritas SUPA, menggeser posisi Elang Media Visitama yang sebelumnya menjadi pengendali dengan kepemilikan 27,596%.

Lonjakan Laba dan Ekspansi Kredit Digital

Di balik perubahan struktur kepemilikan, kinerja keuangan Superbank menunjukkan akselerasi. Hingga April 2026, penyaluran kredit perseroan tumbuh 55% secara tahunan. Laba sebelum pajak melesat ke Rp142 miliar—melonjak 1.529% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyebut pertumbuhan ini ditopang integrasi layanan dengan ekosistem Grab dan OVO. Produk Pinjaman Atur Sendiri yang tersedia di kedua aplikasi tersebut menjadi salah satu motor utama penyaluran kredit.

"Kepercayaan Grab yang semakin besar terhadap Superbank merupakan validasi atas strategi pertumbuhan yang kami jalankan," ujar Tigor dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Dampak ke Pemegang Saham dan Free Float

Konsekuensi dari akuisisi ini, porsi saham publik atau free float SUPA tercatat hanya 11,53% dari total 33,90 miliar saham beredar. Angka ini masih di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia sebesar 15%. Artinya, SUPA berpotensi terkena sanksi atau diminta melakukan penambahan jumlah saham publik dalam waktu dekat.

Selain Grab dan Elang Media Visitama, pemegang saham lain yang tercatat di stockbit meliputi KakaoBank Corp (8,656%) dan Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. (7,357%).

Alasan Strategis di Balik Akuisisi

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyebut peningkatan kepemilikan ini sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang Indonesia. "Indonesia merupakan rumah bagi Grab dan merupakan ekosistem penting bagi kami," kata Neneng.

Ia menambahkan, layanan keuangan digital menjadi kunci untuk memperluas akses ekonomi bagi mitra pengemudi dan pelaku UMKM. Dengan kendali mayoritas, Grab kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengintegrasikan produk perbankan ke dalam super-aplikasinya.

Superbank sendiri berencana memperluas akses pembiayaan dan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah ritel. "Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi produk dan menghadirkan pengalaman perbankan digital yang semakin seamless," ujar Tigor.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks