MEDAN — Sebagian besar wilayah Sumatera Utara diprediksi basah pada hari ini. BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, sambaran petir, dan genangan air yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
25 Wilayah Diguyur Hujan Ringan
Berdasarkan rilis BMKG yang diterima, hujan ringan diperkirakan melanda sejumlah daerah. Beberapa di antaranya adalah Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Langkat, Karo, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Dairi, Toba, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, dan Nias Barat.
Kota-kota besar seperti Medan, Tanjungbalai, Binjai, Tebing Tinggi, dan Gunungsitoli juga masuk dalam daftar wilayah yang akan diguyur hujan ringan.
Waspada, Petir dan Angin Kencang di Pematangsiantar
BMKG secara spesifik memperingatkan Kota Pematangsiantar. Wilayah ini diprakirakan mengalami hujan disertai petir dengan tingkat kelembapan mencapai 76 hingga 96 persen. Masyarakat diimbau untuk berlindung di tempat aman jika terjadi sambaran petir dan menghindari berteduh di bawah pohon besar.
Cuaca Berawan di 8 Daerah Lain
Sementara itu, kondisi cuaca berbeda diperkirakan terjadi di delapan daerah. Cuaca berawan diprediksi meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Mandailing Natal, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Padang Lawas, serta Kota Sibolga dan Kota Padangsidimpuan.
Suhu Udara dan Tingkat Kelembapan Tinggi
Secara umum, suhu udara di Sumatera Utara pada hari ini berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan relatif tinggi, yakni 55 hingga 99 persen. Kondisi ini, menurut BMKG, berpotensi mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga sore hari.
Imbauan untuk Pengendara dan Nelayan
BMKG mengimbau masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan agar selalu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan yang basah akibat hujan karena berpotensi menjadi licin dan mengurangi jarak pandang.
Nelayan, petani, serta pelaku transportasi juga diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.