SUMATERA UTARA — Belum ada satu pun tim di Grup H yang mengunci tiket ke fase gugur. Spanyol memimpin klasemen dengan empat poin, unggul dua angka dari Uruguay di posisi kedua. Tanjung Verde menguntit di peringkat ketiga dengan dua poin, sedangkan Arab Saudi terpuruk di dasar dengan satu poin.
Gelandang Spanyol Pedri meyakini Uruguay tak punya pilihan lain selain bermain agresif sejak menit awal. La Celeste terancam tersingkir jika gagal menang dan hasil laga lain menguntungkan Tanjung Verde atau Arab Saudi.
"Bagi saya mereka itu tim yang intens banget, mereka tidak mudah melepas bola. Ini akan jadi pertandingan yang berat dan sulit, mereka sedang mempertaruhkan segalanya," ujar Pedri dikutip Mundo Deportivo.
Pemain Barcelona itu menambahkan, "Saya rasa mereka akan habis-habisan. Terlepas dari bakal banyak tekel atau tidak, ini pertandingan yang amat menuntut fisik, begitulah adanya."
Spanyol mengawali turnamen dengan hasil imbang 0-0 melawan Tanjung Verde, lalu bangkit mengalahkan Arab Saudi 4-0. Koleksi empat poin ini belum menjamin apa-apa karena Uruguay dan Tanjung Verde sama-sama dalam jarak dua poin.
Jika Uruguay mengalahkan Spanyol dan Tanjung Verde menang atas Arab Saudi, tiga tim akan finis dengan empat poin. Selisih gol akan menjadi penentu nasib masing-masing. Situasi ini membuat laga nanti bukan sekadar gengsi, melainkan taruhan kelolosan.
Pedri percaya gaya khas Spanyol — menguasai bola dan mengatur ritme — akan menjadi senjata utama menghadapi tekanan Uruguay. "Saat kami memegang bola, kami mendominasi tim manapun, dan itulah yang akan kami coba lakukan," imbuhnya.
Namun, Uruguay bukan lawan yang mudah diatur. La Celeste dikenal dengan pertahanan solid dan transisi cepat. Catatan pertemuan terakhir kedua tim di turnamen besar menunjukkan laga selalu berjalan ketat dan minim gol.
Pertandingan penentu Grup H Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Uruguay akan digelar dalam waktu dekat. Kepastian tiket ke babak 32 besar baru akan terjawab setelah peluit panjang berbunyi.