Gudang Bulog Baru 3.500 Ton di Banjarbaru Resmi Beroperasi, Kalsel Makin Kokoh Jadi Lumbung Pangan Kalimantan

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:45:01 WIB
Gudang Bulog baru berkapasitas 3.500 ton di Banjarbaru resmi beroperasi mendukung ketahanan pangan Kalsel.

SUMATERA UTARA — Kalimantan Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Pulau Kalimantan. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengungkapkan bahwa produksi beras daerah telah swasembada dan bahkan mencatatkan surplus hingga 1,3 juta ton. "Daya tampung dan ketersediaan beras Kalsel telah memberikan surplus hingga mencapai 1,3 juta ton. Ini menjadikan Kalsel sebagai daerah penyangga utama di Pulau Kalimantan," ujarnya usai peresmian.

Namun, surplus sebesar itu membutuhkan infrastruktur penyimpanan yang memadai. Tanpa gudang yang cukup, hasil panen petani berisiko tidak terserap optimal oleh Bulog, yang berujung pada jatuhnya harga gabah di tingkat petani. Revitalisasi gudang di Landasan Ulin menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Peresmian oleh Komisi IV DPR, Titiek Soeharto Apresiasi Sinergi

Gudang baru ini diresmikan langsung oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, dalam rangka kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di Kalsel. Prosesi ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto dan Abdul Kharis Almasyhari.

“Peresmian gudang ini merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan sebagai fondasi keberhasilan agenda swasembada pangan nasional,” kata Titiek.

Ia menilai Kalimantan Selatan memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan di Pulau Kalimantan. Karena itu, keberadaan gudang yang lebih representatif diharapkan mampu mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog.

Dampak Langsung ke Petani dan Stabilitas Harga

Bagi petani di Kalimantan Selatan, beroperasinya gudang ini memberikan kepastian pasar. Sekdaprov Syarifuddin menegaskan bahwa kapasitas penyimpanan yang lebih baik akan memberikan kepastian bagi Bulog dalam menyerap hasil panen petani. "Dengan keberadaan gudang ini, hasil panen petani dapat tersimpan dengan baik dan tentu sangat mendukung Bulog dalam menjaga stok pangan," tandasnya.

Selain itu, peningkatan kapasitas penyimpanan akan berdampak langsung terhadap penyerapan hasil panen, memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP), serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Komisi IV DPR RI bahkan menyatakan siap mendukung usulan tambahan anggaran untuk pembangunan Rice Milling Unit di Kalimantan Selatan guna memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

Bantuan Sosial dan Rapat Mitigasi El Nino

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat berupa paket sembako, perlengkapan sekolah bagi siswa, serta mesin pemotong rumput untuk rumah ibadah.

Usai agenda di Gudang Bulog, rombongan melanjutkan kunjungan ke Balai Veteriner Banjarbaru. Di sana, mereka meninjau fasilitas laboratorium sekaligus mengikuti rapat koordinasi mengenai antisipasi dan mitigasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian dan peternakan. Rangkaian kunjungan ini diharapkan menjadi bahan penyusunan kebijakan nasional yang lebih efektif dalam memperkuat ketahanan pangan.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: klikkalsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top