SUMATERA UTARA — Badan Eksekutif IOC mengumumkan pencabutan sanksi tersebut pada hari ini, mengakhiri boikot yang membuat atlet Rusia tampil sebagai individu netral di Olimpiade Paris 2024. Alasan utamanya, ROC dinilai sudah tidak lagi mengoperasikan organisasi cabang olahraga di wilayah yurisdiksi Komite Olimpiade Ukraina.
Keputusan ini diambil setelah Komisi Legal IOC melakukan analisis mendalam. Dalam pernyataan resmi di situs mereka, IOC menyebut ROC telah mengonfirmasi secara tertulis bahwa mereka tidak pernah dan tidak akan beraktivitas di wilayah seperti Luhansk, Donetsk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
"ROC mengonfirmasi bahwa mereka tidak pernah dan tidak akan beraktivitas di wilayah itu," tulis IOC dalam pernyataan di situs resmi, menekankan kepatuhan Rusia terhadap aturan teritorial.
Meski penangguhan dicabut, IOC menegaskan bahwa ini baru langkah awal. Keputusan terpisah akan diambil untuk mengizinkan atlet Rusia kembali berlaga dengan atribut kenegaraan. Komite Eksekutif IOC juga akan memantau ketat aktivitas ROC mengingat ketegangan antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung.
Artinya, atlet Rusia masih harus melalui beberapa tahapan, termasuk lolos tes anti-doping dan memastikan tidak ada pelanggaran lebih lanjut. Jika semua syarat terpenuhi, bukan tidak mungkin mereka akan kembali menjadi kontestan penuh di Olimpiade Los Angeles 2028.
Sebelum keputusan ini, atlet Rusia di Olimpiade Paris 2024 berstatus independen. Mereka tampil tanpa bendera, lagu kebangsaan, atau simbol negara lainnya. Keputusan IOC kali ini menjadi sinyal bahwa sikap keras terhadap Rusia mulai melunak, setidaknya di level administratif.
Namun demikian, IOC tetap memberikan peringatan keras. Jika ROC kembali melanggar ketentuan, sanksi serupa bisa dijatuhkan lagi kapan saja.