Pengeboran Sumur Panas Bumi Pertama Lumut Balai Unit 3 Dimulai, Target Tambah 55 MW Listrik Bersih

Penulis: Hendrizal Satria  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 17:17:31 WIB
Pengeboran sumur panas bumi pertama Lumut Balai Unit 3 dimulai dengan target kapasitas tambahan 55 MW.

SUMATERA UTARA — Sumur perdana yang diberi kode LMB 19-3 ini dibor di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, menggunakan rig GDAP#123. PGE menargetkan kedalaman 2.500 meter dengan estimasi waktu pengeboran 44 hari. Seluruh proses mengacu pada standar teknis dan keselamatan ketat (HSSE).

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyebut proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan energi masa depan di Sumatera. “Panas bumi hadir sebagai sumber energi baseload lokal yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Tajak sumur pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan energi yang bersih dan tangguh,” ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari keterangan resmi perusahaan.

Tambahan 55 MW dari Kaki Bukit Lumut Balai

PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan kelanjutan dari dua unit sebelumnya yang sudah beroperasi. Unit 1 resmi berjalan sejak September 2019, disusul Unit 2 pada Juni 2025. Total kapasitas gabungan keduanya mencapai 2×55 MW.

Lokasi proyek berada di kaki Bukit Lumut Balai, wilayah kerja panas bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. Dengan tambahan Unit 3 nanti, total pasokan listrik bersih dari kompleks ini akan mencapai 165 MW.

Dukungan Pendanaan dan Proyek Lain

Proyek ini masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pada Juni lalu, PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 resmi tercatat dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian PPN/Bappenas. Status ini membuka akses pinjaman luar negeri: US$158,86 juta untuk Unit 3 dan US$148,97 juta untuk Unit 4.

Selain Lumut Balai, PGE juga menggarap proyek strategis lain: PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 dan 2 (110 MW), eksplorasi Gunung Tiga, serta co-generation bersama PLN Indonesia Power total 230 MW. Saat ini, kapasitas terpasang yang dikelola langsung PGE mencapai 727 MW di enam wilayah operasi.

PGE merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina. Perusahaan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW—sekitar 70 persen dari kapasitas panas bumi nasional. Potensi pengurangan emisi CO? dari seluruh wilayah kerja PGE mencapai 10 juta ton per tahun.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top