Kelangkaan BBM di Sumut Mulai Ganggu Proyek Konstruksi, Alat Berat Tak Beroperasi Tiga Hari Terakhir

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 13:22:52 WIB
Antrean kendaraan terlihat di salah satu SPBU di Medan akibat kelangkaan BBM yang melanda Sumatera Utara.

MEDAN — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara mulai menimbulkan persoalan serius di sektor konstruksi. Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Medan, Deliserdang, dan Binjai membuat alat berat serta truk pengangkut material tidak bisa bergerak. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu target pencapaian proyek yang tengah berjalan.

Alat Berat dan Truk Molen Berhenti Beroperasi

Senior konstruksi Indonesia, Erikson Lumbantobing, mengatakan kelangkaan BBM yang terjadi dalam tiga hari terakhir sudah cukup untuk melumpuhkan operasional proyek. Ia menegaskan bahwa sektor konstruksi sangat bergantung pada alat berat yang membutuhkan pasokan BBM setiap hari.

"Di mana pun jika terjadi kelangkaan BBM akan menimbulkan high cost economy. Di Sumut hingga hari ini dampaknya mulai dirasakan sektor konstruksi. Tiga hari saja terjadi kelangkaan sudah pasti mengganggu target pencapaian karena alat-alat berat tidak bergerak," ujar Erikson di Medan, Rabu (15/7/2026).

Dampak Langsung pada Pengangkutan Material

Mantan Ketua Umum Gapeksindo Sumut tiga periode itu meminta pemerintah melihat kondisi ini dari sisi sektor industri. Menurutnya, keterbatasan pasokan BBM tidak hanya menghentikan alat berat, tetapi juga kendaraan pengangkut material seperti dump truck dan molen truck.

"Dampaknya pada penggunaan alat berat dan juga alat angkut material seperti dump truck, molen truck, dan semua mesin yang menggunakan BBM sangat terasa," katanya.

Biaya Proyek Berpotensi Membengkak

Erikson menjelaskan bahwa kelangkaan BBM secara otomatis memicu ekonomi biaya tinggi. Pelaku usaha konstruksi terpaksa mencari alternatif pasokan dengan harga lebih mahal, atau menunda pekerjaan yang berujung pada keterlambatan proyek. Jika kondisi ini berlanjut, target penyelesaian proyek di Sumut dalam waktu dekat terancam meleset.

Belum ada pernyataan resmi dari Pertamina maupun pemerintah daerah terkait penanganan kelangkaan BBM di Sumatera Utara. Para pelaku usaha konstruksi berharap pasokan segera normal agar operasional proyek dapat kembali berjalan.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: hariansib.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top