MEDAN — Lonjakan harga kebutuhan pokok terjadi serentak di sejumlah pasar tradisional Kota Medan pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, komoditas cabai merah yang pekan lalu masih di angka rata-rata Rp 26.800 per kilogram, kini melonjak ke kisaran Rp 36.800 per kilogram.
Nominal tertinggi untuk cabai merah tercatat di Pusat Pasar yang mencapai Rp 44.500 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau juga mengalami pergerakan serupa dengan rata-rata harga Rp 65.900 per kilogram, naik dari posisi Rp 57.700 per kilogram pada Jumat pekan lalu.
Ekonom Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa fluktuasi harga yang terjadi saat ini masih dalam kategori siklus mingguan. Menurutnya, minimnya pasokan di awal pekan menjadi penyebab utama lonjakan.
“Kenaikan harga saat ini lebih mencerminkan dinamika pasar yang memang tidak stabil di awal pekan. Lompatan di awal pekan memang kerap terjadi, akibat pasokan yang minim seiring libur akhir pekan sebelumnya,” ujar Gunawan Benjamin di Medan, Senin (20/7/2026).
Selain cabai, harga tomat di pasar tradisional juga melambung tinggi. Nilai jualnya naik sekitar 40 persen dari Rp 10.000 per kilogram pada akhir pekan lalu menjadi Rp 14.000 per kilogram pada hari ini. Gunawan Benjamin memproyeksikan pergerakan harga tomat tidak akan jauh berbeda dengan dinamika harga cabai.
Kondisi berbeda terjadi pada komoditas peternakan. Harga daging ayam di Kota Medan tercatat naik dari rata-rata Rp 33.200 per kilogram pada Jumat pekan lalu menjadi Rp 35.800 per kilogram. Harga termahal ditemukan di Pasar Sukaramai dan Pasar Brayan yang mencapai Rp 36.500 per kilogram.
Kenaikan serupa juga dialami telur ayam. Harganya naik sekitar Rp 100 per butir dari posisi Rp 27.600 per kilogram menjadi Rp 28.000 per kilogram di tiga pasar utama: Pasar Brayan, Pusat Pasar, dan Pasar Petisah. Angka tersebut setara dengan Rp 1.750 per butir.
Gunawan Benjamin memaparkan bahwa faktor musiman dan pergeseran tingkat konsumsi masyarakat setelah masa liburan menjadi pendorong utama kenaikan harga daging ayam dan telur. “Untuk pemicu kenaikan harga daging dan telur ayam sendiri masih dipicu oleh kenaikan demand atau permintaan setelah libur panjang dan bulan Muharram,” tuturnya.
Meski begitu, ekonom tersebut memproyeksikan bahwa pergerakan harga pangan ini bersifat sementara. Ia memperkirakan harga akan kembali turun pada perdagangan besok dan menemui titik keseimbangan pada Rabu atau Kamis mendatang seiring normalnya distribusi pasokan barang ke pasar tradisional.