MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi motor utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi daerah tahun ini. Dalam pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026, ia menyebut sektor ini harus digerakkan optimal untuk mengimbangi penyesuaian anggaran dan gejolak ekonomi global. Acara yang digagas Bank Indonesia bersama Pemprov Sumut ini mengusung tema “Dari Lokal ke Global: Mendorong UMKM yang Inovatif, Inklusif, Berkelanjutan dan Berdaya Saing Internasional.”
Bobby menjelaskan, target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen menuntut kontribusi nyata dari daerah. Sumut sendiri memasang target 6,7 hingga 7,1 persen yang hanya bisa dicapai jika sektor riil bergerak cepat. “Kualitas produk Sumut, baik wastra maupun kuliner, tidak perlu diragukan lagi dan sangat mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya di hadapan para pelaku UMKM dan tamu undangan.
Kegiatan tahunan KKSU 2026, kata Bobby, dirancang sebagai jembatan bagi UMKM lokal untuk memasuki rantai pasar yang lebih luas. Dengan melibatkan perbankan, investor, dan platform digital, produk-produk unggulan dari berbagai kabupaten/kota di Sumut diharapkan bisa menembus pasar ekspor. Ajang ini juga menjadi ajang promosi bagi investor untuk melihat potensi daerah.
Pemprov Sumut tidak hanya mendorong pemasaran, tetapi juga menyiapkan pendampingan teknis agar produk UMKM lebih bankable. Bobby menyebutkan, bantuan mencakup peningkatan kualitas kemasan (packaging) hingga penyusunan studi kelayakan (feasibility study). Pendekatan ini ditujukan agar para pelaku usaha mampu menarik minat investor dan perbankan, terutama untuk pembiayaan ekspansi.
“Kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM,” tegas mantan Wali Kota Medan itu. Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dekranasda Sumut yang diketuai Kahiyang Ayu akan terus diperkuat untuk mendorong produk kerajinan dan kuliner lokal agar dikenal hingga mancanegara.
Dalam kesempatan yang sama, Bobby mengapresiasi Bank Indonesia yang konsisten menyelenggarakan KKSU setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi platform strategis untuk memperkuat daya saing UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi. Ia berharap semua pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, akademisi, dan swasta, turut serta mendorong ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sumut akan memonitor secara berkala progress pelaku UMKM yang telah mengikuti program pendampingan. Target jangka pendeknya, produk-produk lokal Sumut bisa terdaftar di marketplace global dan menjalin kemitraan dengan buyer luar negeri sebelum akhir tahun 2026.