Bank Mandiri Taspen Edukasi Media di Purwokerto soal Ciri Produk Perbankan Resmi Lawan Investasi Ilegal

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 27 Juli 2026 | 19:21:01 WIB
Distribution Head 5 Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan, menyampaikan materi tentang ciri produk perbankan resmi dalam kegiatan Media Gathering Banking Insight 2026 di Purwokerto.

PURWOKERTO — Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen, I Putu Agus Sinom Artawan, menekankan pentingnya media sebagai corong informasi agar masyarakat paham membedakan produk resmi dengan tawaran investasi tanpa izin. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Media Gathering Banking Insight 2026 bertema "Membedakan Investasi Resmi dan Investasi Ilegal di Tengah Maraknya Penawaran Keuangan Digital" yang digelar di Purwokerto, Jumat.

Ciri Produk Bank Resmi: Proses Bertahap dan Dokumen Lengkap

Menurut Sinom, produk resmi bank memiliki informasi yang jelas mengenai persyaratan, suku bunga, jangka waktu, serta hak dan kewajiban nasabah. Proses pengajuan kredit dilakukan secara bertahap, mulai dari permohonan nasabah, pemenuhan dokumen, verifikasi, analisa, hingga persetujuan bank.

"Jadi tidak ada pengajuan yang langsung cair. Semua melalui proses verifikasi, analisa, dan telekonfirmasi kepada calon nasabah," tegasnya.

Setiap calon debitur wajib menyerahkan dokumen resmi seperti KTP dan Kartu Keluarga. Bank kemudian melakukan verifikasi dan analisa data secara independen, serta mengonfirmasi kebenaran pengajuan melalui telepon sebelum kredit disetujui.

Waspada Imbal Hasil Fantastis, Terapkan Prinsip 2L

Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Dian Purnomo Jati, mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip 2L: legal dan logis. Legal berarti produk berasal dari lembaga berizin di bawah pengawasan OJK. Logis berarti menilai kewajaran imbal hasil dan risikonya.

"Kalau ada yang menawarkan imbal hasil fantastis, jangan langsung percaya. Pastikan dulu legalitasnya dan pahami bisnis prosesnya," kata dosen Manajemen Keuangan FEB Unsoed itu.

Ia membandingkan, bunga deposito perbankan umumnya berkisar 2,5-4 persen per tahun, sedangkan deposito BPR sekitar 5-6 persen per tahun. Penawaran keuntungan jauh di atas kisaran tersebut patut diwaspadai.

Dian menambahkan, produk resmi bank selalu disertai proses transparan, dokumen resmi, dan perjanjian yang jelas. Masyarakat juga bisa memanfaatkan kanal resmi OJK untuk memverifikasi legalitas lembaga maupun produk yang ditawarkan.

Edukasi untuk Cegah Kerugian Akibat Investasi Bodong

Sinom juga memperkenalkan sejumlah produk pembiayaan Bank Mandiri Taspen, yakni Kredit Mantap Prapensiun, Kredit Mantap Pensiun, dan Kredit Mantap bagi pegawai aktif melalui skema kerja sama maupun fasilitas payroll.

"Kami ingin mengedukasi masyarakat agar memahami bahwa setiap pengajuan kredit harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar. Masyarakat juga harus mengetahui semua proses pengajuan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku," ujarnya.

Menurut Dian, literasi keuangan menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan berkedok investasi maupun produk keuangan ilegal. Investasi yang sehat menawarkan keuntungan yang logis, bukan janji keuntungan pasti tanpa risiko.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top