BESITANG — Alih-alih berjaga dari jarak aman, Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan memilih berdiri di tengah massa aksi yang menyuarakan aspirasi korban banjir. Ia hadir bersama Plt. Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti dan Sekda Amril, MAP, memastikan penyampaian tuntutan warga berlangsung tanpa gesekan.
Pengamanan yang dilakukan Polres Langkat tidak sekadar menjaga jarak. Personel yang diterjunkan justru membagikan air mineral dan snack kepada para peserta aksi. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi pengamanan humanis.
"Langkah cepat dan strategi pengamanan yang humanis dengan membagikan air mineral dan snack, situasi di lokasi terpantau berjalan aman," ujar PS. Kasi Humas Polres Langkat IPTU M.R. Siregar dalam keterangannya, Senin.
Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat Menjemput Keadilan ini diikuti kurang lebih 500 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Besitang, Sei Lepan, Babalan, Brandan Barat, dan Tanjung Pura — wilayah yang terendam banjir pada akhir November 2025 lalu.
Massa bergerak dari Masjid Raya Besitang menuju lokasi penyampaian aspirasi dengan menggunakan sepeda motor, mobil, dan kendaraan angkutan. Isu utama yang disuarakan adalah percepatan realisasi bantuan bagi korban banjir.
Sepanjang rangkaian aksi, tidak ada insiden atau gesekan yang terjadi. Seluruh personel pengamanan disebut melaksanakan tugas dengan sigap, tertib, dan tetap ramah dalam berinteraksi dengan peserta unjuk rasa.
Kapolres Langkat melalui PS. Kasi Humas menyampaikan bahwa kehadiran langsung pimpinan di lapangan merupakan bukti nyata keseriusan Polres Langkat dalam menciptakan suasana yang kondusif, terbuka, dan akomodatif terhadap aspirasi masyarakat.
Kegiatan pengamanan aksi ini sekaligus menjadi implementasi dari program POLISI LANGKAT GARUDA KSATRIA yang diinisiasi Kapolres Langkat. Program tersebut mengusung semangat "Gagah Berani untuk Dicintai Masyarakat, Kuat, Sadar Aturan, Taat, Responsibility, Inovatif, dan Aman."
Melalui semangat "Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai," Polres Langkat berkomitmen untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk dalam situasi penyampaian aspirasi yang rawan ketegangan.