Kodim 0213/Nias Rampungkan Jembatan Gantung 55 Meter di Bawolato, Distribusi Hasil Bumi Kini Lancar

Penulis: Hendrizal Satria  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:46:31 WIB
Jembatan gantung sepanjang 55 meter di atas Sungai Hou, Bawolato, resmi difungsikan untuk memperlancar mobilitas warga.

NIAS — Warga Desa Hilihaocugala dan sekitarnya di Kecamatan Bawolato kini memiliki jalur alternatif yang jauh lebih aman setelah Jembatan Gantung sepanjang 55 meter di atas Sungai Hou resmi difungsikan. Proyek yang digarap Kodim 0213/Nias ini merupakan bagian dari program Bakti TNI AD Untuk Rakyat, Selasa (4/8/2026).

Kehadiran jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik. Sebelumnya, mobilitas warga kerap terkendala saat musim hujan karena harus menyusuri aliran sungai yang deras. Kini, akses menuju pasar dan lahan pertanian menjadi lebih cepat, sehingga distribusi hasil bumi diharapkan meningkat signifikan.

Sinergi Tiga Satuan TNI dalam Pembangunan

Proses pengerjaan jembatan melibatkan personel gabungan dari Koramil 03/Idanogawo, Yon TP 905, Yon TP 906, dan Yonzipur 1/DD. Kolaborasi lintas satuan ini memastikan pembangunan berjalan sesuai target meski berada di wilayah kepulauan yang menantang secara geografis.

Program ini merupakan implementasi langsung dari instruksi percepatan pembangunan infrastruktur yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

Komitmen TNI AD Atasi Kesulitan Rakyat

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, S.I.P., M.Han., menegaskan bahwa proyek ini adalah bukti nyata kehadiran TNI AD di tengah masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur memiliki efek berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

"Pembangunan infrastruktur tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kolonel Sandy dalam keterangan resminya.

Dampak Langsung bagi Aktivitas Warga

Dengan rampungnya jembatan gantung ini, aktivitas harian warga Desa Hilihaocugala mengalami perubahan mendasar. Anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan menyeberang saat debit air meningkat, sementara petani dapat mengangkut hasil panen dengan risiko yang lebih kecil.

Keberhasilan pembangunan ini sekaligus menjadi cermin sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kerja sama tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan wilayah di Kepulauan Nias dan memastikan pemerataan pembangunan tidak meninggalkan daerah terpencil.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: tobasatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top