TAPANULI UTARA — Kolaborasi lintas institusi untuk memulihkan fungsi ekologis lahan kritis digelar di Tarutung. Wakil Bupati Tapanuli Utara memimpin langsung agenda gotong royong yang dirangkai dengan penanaman pohon, melibatkan aparatur sipil negara (ASN), kader partai, pelajar SMP N 1 Tarutung, hingga warga setempat.
Kegiatan dimulai dari kawasan Menara Kacang, Tarutung. Dinas Pemadam Kebakaran diterjunkan untuk mengeruk sedimen saluran air di titik tersebut, bagian dari program kebersihan lingkungan yang digalakkan Pemkab setempat.
Ketua DPC Partai Demokrat Tapanuli Utara, Dapot Hutabarat, menegaskan program ini memiliki mekanisme pemeliharaan yang jelas. Sebanyak lima bibit pohon diserahkan untuk setiap rumah tangga di lokasi sasaran.
"Bibit yang sudah ditanam ini akan terus kami monitor secara berkala, dan apabila ada bibit yang rusak atau mati akan segera kami ganti," ujar Dapot dalam laporannya.
Pemilihan komoditas jengkol dan alpukat disebut bukan tanpa alasan. Dapot menjelaskan bahwa sistem perakaran kedua tanaman tersebut mampu memperkokoh struktur tanah, sekaligus memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat di masa mendatang.
Desa Parbaju Toruan dan Hapoltahan sengaja dipilih karena berstatus sebagai daerah tangkapan air. Kawasan ini dinilai rawan terhadap praktik penebangan liar yang dapat memicu degradasi lahan.
Wakil Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia mengaitkan langkah ini dengan pengalaman daerahnya yang baru saja dilanda bencana alam akibat rusaknya lingkungan.
"Semoga aksi penanaman pohon dan pembersihan lingkungan ini dapat menjadi langkah preventif guna mencegah terjadinya bencana alam di masa yang akan datang," kata Wakil Bupati dalam sambutannya.
Gerakan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Tapanuli Utara yang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan. Pemerintah daerah juga mengaitkan aksi ini dengan semangat tagline Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Kegiatan yang digelar Jumat pagi itu turut dihadiri Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab, Camat Tarutung, serta kepala desa dari dua lokasi penanaman. Para tokoh masyarakat dan warga sekitar juga tampak ambil bagian dalam rangkaian acara.
Dengan adanya pendampingan dari partai politik dan pemerintah daerah, diharapkan tingkat kelangsungan hidup bibit yang ditanam bisa lebih terjamin dibandingkan program tanam massal pada umumnya.