BI Sumatera Utara Yakin Ekonomi Tumbuh Hingga 5,9 Persen pada 2027, Ini Sumber Utamanya

Penulis: Syahrul Karim  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:16:01 WIB
Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara Ameriza M Moesa menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut di Medan, Jumat.

MEDAN — Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara menyatakan keyakinannya bahwa roda perekonomian di provinsi tersebut akan berputar lebih kencang dalam dua tahun ke depan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Sumut hingga akhir 2026 mencapai 4,9 persen sampai 5,7 persen, dan kembali naik pada 2027 menjadi 5,1 persen sampai 5,9 persen.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Utara Ameriza M Moesa mengungkapkan, salah satu mesin utama pertumbuhan adalah harga komoditas kelapa sawit dan produk turunannya (CPO) yang semakin kompetitif. Selain itu, sejumlah proyek strategis pemerintah yang masih berjalan turut menyumbang aktivitas ekonomi.

Jadi Tuan Rumah Event Nasional-Internasional, Berapa Dampaknya ke Ekonomi?

BI Sumut menilai frekuensi Sumatera Utara menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala besar menjadi pendorong signifikan. Beberapa event yang disambut baik tersebut antara lain Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026, Piala AFF U-19, hingga Trail of The Kings by UTMB.

"Semakin sering Sumut menjadi tuan rumah, bagus untuk ekonomi dan berpeluang menjadi penggerak pertumbuhan selain pariwisata," ujar Ameriza di Medan, Jumat.

Potensi Sektor MICE yang Belum Digarap Maksimal

Lebih lanjut, Ameriza menyebut Sumatera Utara memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Letak geografis yang dekat dengan sejumlah negara tetangga menjadi nilai jual utama, didukung infrastruktur bandara, pelabuhan, dan hotel yang memadai.

"Jadi, faktor tersebut yang kami yakini membuat Sumut tumbuh lebih baik ke depan daripada tahun sebelumnya," katanya.

Inflasi 2026-2027 Diprediksi Lebih Landai Dibanding Tahun Lalu

Meski optimistis terhadap pertumbuhan, BI Sumut mencatat inflasi sepanjang 2025 cukup tinggi, yakni 4,66 persen. Angka ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan bencana alam yang sempat menekan produksi.

Memasuki 2026 dan 2027, tekanan harga diperkirakan mereda dan kembali ke kisaran sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen. Normalisasi inflasi ini diharapkan semakin menguatkan daya beli masyarakat dan menopang laju ekonomi Sumatera Utara.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top