Gubsu Bobby Nasution Dorong Toba Caldera Culture Festival 2026 Jadi Panggung Budaya Batak ke Mancanegara

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:44:31 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menerima audiensi panitia Toba Caldera Culture Festival 2026 di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (11/8/2026).

MEDAN — Rencana penyelenggaraan Toba Caldera Culture Festival (TCCF) 2026 mendapat angin segar. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara langsung menerima audiensi panitia pelaksana yang didampingi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro 30, Medan, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemaparan rencana festival yang menyasar promosi budaya dan pariwisata Danau Toba. Bobby menegaskan, Pemprovsu tidak hanya memberi restu, tetapi juga siap memfasilitasi kebutuhan teknis penyelenggaraan.

Seni Vokal Jadi Andalan untuk Tembus Pasar Global

Dalam audiensi tersebut, Bobby Nasution memberikan arahan spesifik agar panitia tidak hanya berkutat pada pameran kebudayaan. Ia mendorong adanya kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut untuk menggali potensi seni olah vokal.

"Panitia bisa berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, salah satunya melalui seni tarik suara untuk memperkenalkan lagu-lagu Batak hingga ke mancanegara," ujar Bobby dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa.

Langkah ini dinilai strategis karena musik dan lagu daerah merupakan medium diplomasi budaya yang efektif. Pengemasan kompetisi paduan suara dalam festival diharapkan mampu menarik partisipasi lintas negara, bukan sekadar ajang lokal.

Pemprov Sumut Buka Ruang Fasilitasi Penuh

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Medan itu memastikan pemerintah provinsi membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi panitia. Dukungan yang dijanjikan mencakup fasilitasi teknis hingga hal-hal lain yang dibutuhkan demi suksesnya gelaran.

"Pemprovsu sangat mendukung kegiatan ini. Kita harapkan festival ini memberikan makna terbaik, terutama dalam memperkenalkan kebudayaan yang ada di Samosir," tambah Bobby.

Ia optimistis, dengan persiapan matang, TCCF 2026 akan menjadi daya tarik wisata utama yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di kawasan Danau Toba, khususnya Samosir.

Bupati Samosir: Kami Mohon Arahan dan Masukan

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom yang hadir mendampingi panitia mengungkapkan, kedatangan rombongan ke Medan bertujuan untuk memohon dukungan serta arahan langsung dari Gubernur Sumatera Utara.

"Kami datang untuk memberitahukan rencana kegiatan ini, memohon dukungan Pemprovsu, serta mengharapkan masukan dari Pak Gubernur agar pelaksanaan festival nantinya berjalan maksimal," kata Vandiko.

Dukungan dari tingkat provinsi dinilai krusial, mengingat TCCF merupakan agenda berskala besar yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi, cita-cita menjadikan festival ini sebagai ikon pariwisata super prioritas semakin terbuka lebar.

Festival 4 Hari: Panggung Kreativitas dan Ekonomi Warga

Toba Caldera Culture Festival 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 September 2026. Rangkaian acara dirancang untuk mengakomodasi berbagai ekspresi seni dan budaya.

Selain pameran kebudayaan dan pertunjukan seni, festival ini juga disiapkan sebagai wadah pengembangan bakat dan kreativitas peserta. Kompetisi paduan suara menjadi salah satu agenda utama yang diharapkan mampu memancing antusiasme generasi muda.

Pagelaran budaya Batak yang dikemas lebih modern dan atraktif diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Samosir, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat selama perhelatan berlangsung.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: asarpua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top