SUMATERA UTARA — Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengapresiasi kerja jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pujian tersebut bukan hanya menyangkut kinerja institusional, tetapi juga menyinggung perjalanan karier pribadi Kapolri yang dinilai pantas menempati posisi puncak.
"Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di kepolisian, itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya. Hari ini bagi saya, hari ini saya gunakan kesempatan ini sekali lagi menyampaikan rasa bangga saya," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti kontribusi nyata anggota Polri yang bekerja bersama TNI membangun infrastruktur dasar bagi masyarakat. Program tersebut mencakup pembangunan dan renovasi jembatan yang menghubungkan 1.314 desa di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut laporan yang disampaikan Kapolri kepada Presiden, jajaran Polri tercatat membangun dan merenovasi 895 jembatan presisi. Sisanya merupakan hasil kerja sama lintas sektor dengan TNI dan kementerian terkait.
Presiden meminta masyarakat turut merawat infrastruktur yang telah dibangun tersebut. "Ikuti petunjuk," kata Prabowo menekankan pentingnya keberlanjutan pemeliharaan fasilitas umum yang baru rampung dikerjakan.
Prabowo mengapresiasi dedikasi anggota kepolisian yang tetap menjalankan tugas pokok di tengah keterbatasan, termasuk di daerah terpencil dan pelosok desa. Ia menilai pengabdian tersebut tidak mudah dilakukan mengingat kondisi geografis dan situasi sosial yang beragam.
Secara pribadi maupun sebagai kepala negara, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta jajaran. Ia menilai kerja kepolisian selama ini telah sejalan dengan program pemerintah dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Apresiasi terhadap Kapolri ini muncul di tengah konsolidasi pemerintahan yang tengah fokus pada pembangunan infrastruktur dasar. Program jembatan dan sumber air bersih menjadi salah satu prioritas nasional untuk mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan warga di daerah tertinggal.
Peresmian yang dilakukan secara virtual ini melibatkan sejumlah pejabat daerah dan perwakilan TNI-Polri dari berbagai provinsi. Adapun 3.000 sumber air bersih yang diresmikan bersamaan dengan jembatan diharapkan menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Kapolri menanggapi pujian Presiden. Namun, sumber di lingkungan Mabes Polri menyebutkan program jembatan presisi akan terus dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya dengan target wilayah timur Indonesia.