MANDAILING NATAL — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi momentum bagi Bupati H. Saipullah Nasution untuk menegaskan arah pembangunan daerah. Ia menyebut kemerdekaan adalah hasil perjuangan yang harus dijaga dengan kerja keras, bukan hadiah yang datang dengan sendirinya.
"Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan dibayar dengan air mata, ditebus dengan darah, diwariskan melalui pengorbanan, dan ia harus dijaga dengan kerja keras," ujar Bupati dalam sambutannya di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Di tengah kekayaan alam yang dimiliki, Bupati justru menempatkan sumber daya manusia sebagai aset utama pembangunan. Ia menilai masyarakat Madina yang religius, menjunjung adat, dan menghargai pendidikan adalah fondasi yang kuat untuk kemajuan daerah.
"Modal terbesar Madina adalah manusianya. Masyarakat yang religius, memiliki akar adat, menghargai pendidikan, tradisi gotong royong, dan memiliki daya juang," tegasnya.
Menurutnya, potensi tersebut akan optimal jika dipadukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik, pendidikan yang kuat, dan ekonomi yang produktif. Dengan begitu, potensi yang ada dapat diubah menjadi kesejahteraan riil bagi masyarakat.
Bupati juga menyoroti tantangan zaman yang dihadapi generasi muda Madina. Ia meminta mereka tidak berhenti menjadi penonton perkembangan teknologi, melainkan aktif sebagai pelaku dan pencipta inovasi.
"Kalau dulu para pejuang mengusir penjajahan, maka tugas kita hari ini adalah melawan kebodohan, melawan kemiskinan, melawan ketertinggalan, melawan korupsi, melawan intoleransi, dan melawan narkoba," ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa esensi pemerintahan bukan hanya bekerja berdasarkan data, tetapi juga tidak kehilangan rasa dan kearifan lokal. Ukuran keberhasilan pembangunan, lanjutnya, bukan semata panjangnya jalan yang dibangun.
"Pembangunan bukan hanya tentang berapa kilometer jalan yang kita bangun. Tetapi tentang apakah anak di pelosok Madina punya masa depan yang lebih baik dari orang tuanya. Itulah ukuran keberhasilan sesungguhnya," pungkasnya.
Bupati menekankan agar semangat kemerdekaan tidak berhenti pada malam resepsi. Semangat itu harus dilanjutkan esok pagi saat guru kembali mengajar di sekolah, petani menggarap sawah, dan aparatur sipil negara (ASN) kembali melayani rakyat.
Resepsi yang berlangsung di rumah dinas Bupati itu turut dihadiri Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Ketua TP PKK Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, keluarga veteran, serta perwakilan warga.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Mars PKK dan Tari Tortor yang digelar TP PKK Kabupaten, serta pemberian piagam penghargaan kepada anggota Paskibraka Madina 2026.