MEDAN — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengisi kemerdekaan dengan aksi kolaboratif. Menurutnya, cita-cita pembangunan baru memiliki makna ketika telah menjadi kenyataan yang bisa dinikmati publik, bukan sekadar wacana di atas kertas.
"Cita-cita itu baru cukup kalau sudah menjadi kenyataan dan sudah tercapai," tegas Bobby dalam sambutannya di hadapan para undangan, Senin malam.
Bobby menyebut Sumatera Utara memiliki modal besar untuk tumbuh, mulai dari keindahan Danau Toba hingga kekayaan sumber daya alam lainnya. Semua anugerah tersebut, lanjutnya, harus dijaga dan dikelola dengan baik agar memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
"Kekayaan ini harus kita perkuat pengelolaannya supaya manfaatnya sebesar-besarnya kembali ke warga," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bobby mengapresiasi pesan yang disampaikan Konsul Jenderal Malaysia. Ia mengibaratkan pembangunan seperti perlombaan panjat pinang, di mana tidak ada satu pihak pun yang bisa mencapai puncak sendirian.
"Ada yang memanjat, menopang, memberi arah, sekaligus memastikan agar tidak terjatuh. Hadiah di puncak bukan sekadar hadiah perlombaan, melainkan kemakmuran dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Sumut," kata Bobby menirukan semangat pesan tersebut.
Bobby juga menyoroti pentingnya membuka "duri" yang selama ini menjadi hambatan pembangunan, terutama dalam hal pelayanan publik. Ia meminta pemerintah hadir untuk memberikan kemudahan, bukan justru menciptakan kesulitan baru bagi masyarakat maupun dunia usaha.
"Jangan mempersulit orang. Kita saja sebagai umat manusia kalau dipersulit sesama manusia, kesalnya luar biasa," tuturnya.
Menurut Bobby, birokrasi yang cepat dan bersih menjadi fondasi utama untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja di Sumatera Utara.
Resepsi yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kahiyang Ayu, Wagub Sumut Surya, serta jajaran Forkopimda ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dengan perwakilan negara sahabat. Bobby berharap kolaborasi yang dibangun dapat berkontribusi nyata terhadap pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan, target besar tersebut hanya bisa diraih jika pemerintah, swasta, dan masyarakat bergerak dalam satu irama. "Semangat kebersamaan ini yang akan mengantarkan Sumut maju dan sejahtera," pungkasnya.