MEDAN — Petugas kesehatan terlihat menyuntikkan vaksin ke seekor anjing dalam Layanan Jemput Bola Vaksinasi Rabies Gratis yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Rabu (19/8/2026). Layanan ini merupakan program rutin Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan yang menyasar sejumlah titik di wilayah kota.
Kegiatan ini difokuskan pada hewan penular rabies, terutama anjing, yang kerap berinteraksi dengan manusia di permukiman padat penduduk. Vaksinasi diberikan secara gratis dengan mendatangi langsung lokasi yang membutuhkan, sehingga pemilik hewan tidak perlu membawa hewannya ke puskeswan atau kantor dinas.
Pendekatan jemput bola dipilih karena tidak semua pemilik hewan memiliki waktu atau akses untuk mendatangi fasilitas kesehatan hewan secara mandiri. Dengan mendatangi titik-titik yang telah ditentukan, cakupan vaksinasi diharapkan lebih luas dan merata.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk memutus rantai penularan rabies. Penyakit ini menjadi perhatian serius karena dapat berakibat fatal bagi manusia jika tidak segera ditangani setelah digigit hewan yang terinfeksi.
Fokus utama layanan ini adalah hewan-hewan yang berpotensi menjadi perantara penularan virus rabies. Selain anjing, jenis hewan lain yang masuk kategori penular rabies juga menjadi sasaran vaksinasi dalam program serupa.
Dengan adanya layanan gratis ini, warga diharapkan lebih proaktif memastikan hewan peliharaannya mendapatkan vaksinasi secara berkala. Perlindungan ini tidak hanya menjaga kesehatan hewan, tetapi juga melindungi anggota keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penularan.
Masyarakat yang memiliki hewan penular rabies diimbau untuk memanfaatkan layanan ini ketika petugas datang ke titik lokasi terdekat. Pemilik juga diminta menyiapkan hewan peliharaannya dalam kondisi sehat dan cukup umur untuk divaksinasi.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan akan terus menginformasikan jadwal dan titik lokasi layanan jemput bola kepada masyarakat melalui kanal resmi. Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan program dalam menekan kasus rabies di Kota Medan.