SUMATERA UTARA — Gempa berkekuatan signifikan yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Desember sempat memicu kekhawatiran terganggunya distribusi energi di wilayah timur Indonesia. Namun, Pertamina Patra Niaga menjamin operasional SPBU di Pulau Flores tidak berhenti total.
Seluruh SPBU di pulau tersebut kini telah beroperasi kembali. Perusahaan pelat merah itu langsung bergerak mempercepat penyaluran BBM setelah memastikan kondisi infrastruktur pendukung aman.
Percepatan penyaluran dilakukan Pertamina Patra Niaga sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan BBM pascagempa. Masyarakat kerap melakukan pembelian dalam jumlah besar setelah bencana, sehingga stok di tiap SPBU perlu dijaga agar tetap normal.
Langkah ini juga memastikan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Pulau Flores tidak terganggu. Pasokan yang lancar menjadi kunci pemulihan aktivitas sehari-hari pascabencana.
Sebelum memutuskan beroperasi kembali, Pertamina Patra Niaga melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fisik SPBU dan instalasi penyalurnya. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan berbahaya akibat getaran gempa.
Hasil asesmen menunjukkan seluruh fasilitas di SPBU Flores dalam kondisi layan. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengisi kendaraan seperti biasa.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM dipastikan cukup dan terus dipantau secara berkala oleh tim di lapangan.
Kejadian ini menjadi ujian kesiapan logistik energi di kawasan timur Indonesia yang rawan bencana alam. Respon cepat Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga layanan publik tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Dengan kembalinya operasional seluruh SPBU, warga Pulau Flores dapat beraktivitas normal kembali. Distribusi barang dan mobilitas antarwilayah pun diharapkan segera pulih sepenuhnya.