BI Sumut Dorong 1,8 Juta Merchant QRIS di Medan, Digifest 2026 Jadi Ajang Perluas Transaksi Digital

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:33:01 WIB
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana membuka Medan Digifest 2026 di Lapangan Merdeka, Sabtu.

Bank Indonesia menargetkan perluasan transaksi digital di Kota Medan melalui gelaran Medan Digifest 2026 yang berlangsung di Lapangan Merdeka. Hingga triwulan II 2026, tercatat sekitar 1,8 juta merchant di Sumatera Utara telah menggunakan QRIS, tumbuh 20 persen secara tahunan. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM, perbankan, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem pembayaran nontunai.

MEDAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara resmi membuka Medan Digifest 2026 di Lapangan Merdeka, Sabtu. Ajang ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS 2026 yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, serta masyarakat umum.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk mendorong adopsi pembayaran digital yang lebih luas di ibu kota provinsi.

QRIS Tidak Hanya untuk Transaksi di Pasar

Didit menjelaskan, kebermanfaatan QRIS saat ini telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari perdagangan, transportasi, hingga pembayaran pajak daerah. "QRIS tidak hanya melancarkan sistem pembayaran, tetapi juga membuat transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujarnya di Medan, Sabtu.

Ia menambahkan, inovasi ini berdampak pada aktivitas sosial masyarakat sehari-hari. Perluasan ini dinilai penting untuk membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat yang sebelumnya terbiasa dengan transaksi tunai.

Pemkot Medan Dorong Transparansi BUMD Lewat Digitalisasi

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyambut baik penyelenggaraan Digifest 2026. Ia menegaskan, penggunaan QRIS di lingkungan pasar tradisional terus didorong, termasuk pada stan di Pasar Petisah.

"QRIS memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi dengan keuangan digital," kata Rico. Lebih jauh, digitalisasi pembayaran di pasar juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) yang transparan dan akuntabel.

Kolaborasi Jadi Kunci Perluasan Ekosistem Digital

Didit menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan. Menurutnya, program prioritas saat ini adalah mempercepat transaksi daerah dengan pembayaran digital, termasuk untuk sektor pajak.

Dengan kolaborasi yang kuat, ia optimistis adopsi QRIS di Sumatera Utara akan terus bertumbuh seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Kegiatan Medan Digifest 2026 diharapkan menjadi katalis bagi semakin banyak pelaku usaha yang beralih ke sistem pembayaran nontunai.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top