Masalah Liverpool Bukan di Sayap, Lini Tengah Butuh Pemain Bertahan Sejak Fabinho Pergi

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 23:32:01 WIB
Gelandang bertahan Liverpool, Ryan Gravenberch, berusaha merebut bola dari pemain Newcastle United pada laga Liga Inggris di Stadion St James' Park, Sabtu (15/8/2025).

SUMATERA UTARA — Laga perdana Andoni Iraola sebagai manajer Liverpool di Liga Inggris musim 2025/26 justru mempertegas persoalan lama yang tak kunjung beres. The Reds tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya memaksakan hasil imbang, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah cara Newcastle dengan mudah menembus pertahanan mereka lewat serangan balik.

Daniel Sturridge, mantan penyerang Liverpool yang kini menjadi pengamat, langsung menyoroti hal yang sama. "Kami sudah membicarakan soal gelandang bertahan di Liverpool selama tiga tahun terakhir," ujarnya di Sky Sports.

Gelandang Bertahan: Kebutuhan yang Diabaikan Sejak 2023

Kepergian Fabinho pada musim panas 2023 meninggalkan lubang yang tak pernah benar-benar diisi. Upaya mendatangkan Moises Caicedo dan Romeo Lavia gagal, dan Wataru Endo hanya menjadi solusi darurat. Tiga tahun berselang, posisi itu masih kosong.

"Kami butuh kamu. Kami benar-benar butuh kamu, hatimu, kakimu, kemampuan sepak bolamu, dan otak sepak bolamu. Keinginanmu, kami membutuhkannya," kata Jurgen Klopp saat menyambut Endo di tempat latihan kala itu. Namun Endo bukanlah jawaban jangka panjang.

Sturridge menilai masalahnya bukan hanya soal satu pemain, melainkan komposisi seluruh lini tengah. "Jika Anda menganalisis lini tengah, mereka semua secara natural adalah pemain yang lebih menyerang," katanya. Ryan Gravenberch, Dominik Szoboszlai, dan Florian Wirtz memang lebih nyaman maju ke depan ketimbang menjaga pertahanan.

Gol Pertama Newcastle: Bukti Lini Tengah Terbuka

Gol pembuka Newcastle menjadi contoh nyata. Saat serangan balik dimulai, Gravenberch dan Szoboszlai justru berada di kotak penalti lawan. Tidak ada satu pun gelandang yang melindungi area di depan bek tengah.

Pola yang sama juga terlihat ketika Antoine Semenyo membobol Liverpool di laga pembuka musim lalu saat masih membela Bournemouth. Saat itu Iraola yang menjadi manajer lawan justru memanfaatkan celah ini.

Kini giliran pria asal Spanyol itu yang harus memperbaiki masalah yang pernah ia eksploitasi. "Saya pikir ini bukan hanya soal personel. Kami harus beradaptasi sebagai tim dalam situasi seperti ini dan kami harus tahu bahwa situasi ini bisa terjadi," kata Iraola dalam konferensi pers usai laga.

Wirtz Kembali Jadi Sorotan, Mac Allister Jadi Alternatif

Florian Wirtz, yang dibeli dengan harga 116 juta pound sterling, kembali tampil mengecewakan. Ditarik keluar pada menit ke-60, pemain asal Jerman itu kesulitan menemukan ritme bermain. Iraola bersikeras memainkannya sebagai gelandang serang, padahal performa terbaik Wirtz di Bayer Leverkusen dan Timnas Jerman justru datang dari sisi kiri.

Alexis Mac Allister yang masuk di 30 menit akhir justru menunjukkan bahwa ia bisa menjadi opsi di posisi gelandang bertahan. Pemain Argentina itu memainkan peran serupa untuk negaranya dan sempat melakukannya dengan baik di bawah asuhan Klopp.

Mamadou Sangare dan Adam Wharton: Nama yang Pernah Dipantau

Liverpool sebenarnya punya opsi di bursa transfer. Mamadou Sangare, gelandang Brentford yang tampil impresif saat mengalahkan Tottenham, sempat dilaporkan masuk radar klub. Adam Wharton dari Crystal Palace juga lama dikaitkan dengan Anfield sejak masih di Blackburn.

Namun laporan terbaru menyebut manajemen internal Liverpool tidak menganggap posisi gelandang bertahan sebagai prioritas. Pandangan yang bertolak belakang dengan apa yang terlihat di lapangan.

Jika tidak segera menemukan solusi, masalah ini akan terus menggerogoti progres Liverpool di area lain. Mendatangkan pemain sayap baru mungkin menambah kecepatan dan ancaman di sisi lapangan, tapi itu tidak akan menyelesaikan akar persoalan yang sudah berulang selama tiga musim.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top