SUMATERA UTARA — Operasi terhadap korban gempa NTT yang mengalami fraktur atau patah tulang terus berjalan di rumah sakit darurat yang didirikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di wilayah terdampak. Hingga Rabu (26/8/2026), tercatat lebih dari sepuluh prosedur operasi fraktur telah dilakukan di fasilitas tersebut.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes RI, Lucia Rizka Andalusia, menyatakan rumah sakit lapangan yang disiapkan tidak hanya berfungsi sebagai pos pelayanan kesehatan dasar. Fasilitas ini dirancang setara rumah sakit rujukan dengan dukungan kamar operasi dan peralatan penunjang diagnostik.
"Kami bikin kamar operasi di rumah sakit darurat itu, sudah full dan sudah menjalankan operasi. Sudah lebih dari 10 operasi untuk fraktur," ujar Lucia saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Keberadaan kamar operasi di lokasi terdampak menjadi krusial karena kasus patah tulang mendominasi kebutuhan medis pascagempa. Dengan fasilitas ini, korban tidak perlu dirujuk ke rumah sakit di kota besar yang jaraknya jauh dan memakan waktu tempuh berjam-jam.
Kemenkes juga membekali rumah sakit lapangan dengan peralatan X-ray untuk mendukung