Dinas SDA Sumut Targetkan Tambah 5.050 Hektar Irigasi Baru demi Ketahanan Pangan, Garap 21 Daerah Irigasi

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:10:31 WIB
Dinas SDA Sumut menargetkan penambahan 5.050 hektar irigasi baru pada 2026 untuk mendukung ketahanan pangan.

MEDAN — Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara memastikan program peningkatan saluran irigasi berjalan tahun ini. Dari total 21 daerah irigasi yang ditangani, lahan pertanian produktif ditargetkan bertambah dari 36.000 hektar menjadi sekitar 41.000 hektar.

Plt Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengungkapkan seluruh proyek tersebut rata-rata sudah memasuki masa kontrak hingga Desember 2026. “Tahun ini, kita menangani 21 atau 20 daerah irigasi yang akan menambah lahan pertanian yang produktif dari 36.000 bertambah 5.050 hektar tahun ini,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (26/8).

Potensi 113.000 Hektar, Baru 36.000 yang Produktif

Gibson memaparkan Sumut sebenarnya memiliki potensi daerah irigasi permukaan dan rawa mencapai 113.000 hektar. Namun, lahan yang dikelola masyarakat dan produktif baru sekitar 36.000 hektar.

“Untuk saat ini yang masih produktif itu dikelola oleh masyarakat masih 36.000 hektar,” jelas Gibson. Angka ini menjadi dasar bagi dinas untuk menggenjot optimalisasi saluran irigasi yang selama ini terbengkalai.

Anggaran Membengkak Usai Pemisahan dari PUPR

Dinas SDA Sumut kini mengelola anggaran Rp 689 miliar setelah resmi berpisah dari Dinas PUPR. Sebelumnya, alokasi untuk pengairan hanya sekitar Rp 20 miliar per tahun dan kerap fokus pada penanganan darurat seperti longsor atau banjir.

“Bagaimana yang Rp 20 miliar ini. Jadi, kita tanya hanya menangani yang prioritas-prioritas yang ada longsor, yang ada banjir,” kata Gibson. Dengan anggaran yang jauh lebih besar, dinas mulai menyentuh daerah irigasi yang selama ini belum tersentuh.

Target Cetak Sawah Baru Berkelanjutan

Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution pada 2026. Dinas SDA menegaskan tidak hanya memperbaiki saluran rusak, tetapi juga mengalihkan potensi irigasi menjadi lahan produktif.

“Jangan kita itu, hanya sebatas memperbaiki daerah irigasi, yang rusak-rusak saja,” tegas Gibson. Ke depan, penambahan lahan produktif diharapkan terus berlanjut seiring tuntasnya pengerjaan kontrak tahun ini.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: topmetro.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top